Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. DPRD Merauke tolak perjudian di pasar malam
  • Kamis, 16 Februari 2017 — 12:02
  • 762x views

DPRD Merauke tolak perjudian di pasar malam

“Saya minta stand-stand judi di pasar malam, sebaiknya ditutup. Tak perlu dibuka lagi. Karena akan memunculkan banyak efek sampingan nanti,” katanya.
Arena pasar malam yang telah digunakan untuk kegiatan perjudian – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Merauke, Jubi - Setelah tokoh agama dan intelektual Marind bicara, kini giliran DPRD Kabupaten Merauke bersuara setelah adanya unsur perjudian yang dilakukan di arena pasar malam di Jalan Seringgu sejak beberapa pekan terakhir.

Wakil Ketua I DPRD Merauke, Marotus Silikah di kediamannya Rabu (15/2/2017) memberikan peringatan keras kepada penanggungjawab pasar malam agar tidak menjadikan kegiatan dimaksud sebagai ajang perjudian. Karena ujung-ujungnya, yang dirugikan adalah masyarakat.

Dijelaskan, pada prinsipnya, dewan mendukung adanya kegiatan pasar malam. Karena secara tidak langsung memberikan hiburan kepada masyarakat serta menumbuhkan perekonomian. Namun karena telah disinyalir telah menjadi arena perjudian, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Komisi A DPRD Merauke untuk menindaklanjuti.

Ditegaskannya, dewan menolak jika ada perjudian di dalam arena pasar malam. “Saya minta aparat keamanan harus mengambil sikap dengan tidak menunggu laporan terlebih dahulu dari masyarakat,” pintanya.

“Kami juga akan menanyakan secara langsung kepada Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) tentang manfaat dari diselenggarakannya pasar malam tersebut. Sehingga menjadi lebih jelas,” tegas dia.

Sebelumnya, salah seorang Tokoh Agama Katolik di Keuskupan Agung Merauke, Pastor Anselmus Amo, MSC mengkritisi kepolisian setempat, lantaran tak menutup kegiatan pasar malam yang ‘beraroma’ judi itu.

“Saya minta stand-stand judi di pasar malam, sebaiknya ditutup. Tak perlu dibuka lagi. Karena akan memunculkan banyak efek sampingan nanti,” katanya.

Hal serupa disampaikan Ustad Abdul Kadir Arif, ulama Islam di Merauke. “Saya kira pemetintah harus mengambil langkah dengan menutup arena pasar malam, karena sarat dengan unsur judi. Untuk di kalangan umat Islam, judi sangat diharamkan. (*)

loading...

Sebelumnya

Kepolisian diminta periksa penanggungjawab pasar malam

Selanjutnya

Sewa speed boat sangat ‘mencekik leher’

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 11 Mei 2018 WP | 6364x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2461x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2331x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe