Konferensi Luar Biasa
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. DPRD Merauke tolak perjudian di pasar malam
  • Kamis, 16 Februari 2017 — 12:02
  • 624x views

DPRD Merauke tolak perjudian di pasar malam

“Saya minta stand-stand judi di pasar malam, sebaiknya ditutup. Tak perlu dibuka lagi. Karena akan memunculkan banyak efek sampingan nanti,” katanya.
Arena pasar malam yang telah digunakan untuk kegiatan perjudian – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Merauke, Jubi - Setelah tokoh agama dan intelektual Marind bicara, kini giliran DPRD Kabupaten Merauke bersuara setelah adanya unsur perjudian yang dilakukan di arena pasar malam di Jalan Seringgu sejak beberapa pekan terakhir.

Wakil Ketua I DPRD Merauke, Marotus Silikah di kediamannya Rabu (15/2/2017) memberikan peringatan keras kepada penanggungjawab pasar malam agar tidak menjadikan kegiatan dimaksud sebagai ajang perjudian. Karena ujung-ujungnya, yang dirugikan adalah masyarakat.

Dijelaskan, pada prinsipnya, dewan mendukung adanya kegiatan pasar malam. Karena secara tidak langsung memberikan hiburan kepada masyarakat serta menumbuhkan perekonomian. Namun karena telah disinyalir telah menjadi arena perjudian, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Komisi A DPRD Merauke untuk menindaklanjuti.

Ditegaskannya, dewan menolak jika ada perjudian di dalam arena pasar malam. “Saya minta aparat keamanan harus mengambil sikap dengan tidak menunggu laporan terlebih dahulu dari masyarakat,” pintanya.

“Kami juga akan menanyakan secara langsung kepada Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) tentang manfaat dari diselenggarakannya pasar malam tersebut. Sehingga menjadi lebih jelas,” tegas dia.

Sebelumnya, salah seorang Tokoh Agama Katolik di Keuskupan Agung Merauke, Pastor Anselmus Amo, MSC mengkritisi kepolisian setempat, lantaran tak menutup kegiatan pasar malam yang ‘beraroma’ judi itu.

“Saya minta stand-stand judi di pasar malam, sebaiknya ditutup. Tak perlu dibuka lagi. Karena akan memunculkan banyak efek sampingan nanti,” katanya.

Hal serupa disampaikan Ustad Abdul Kadir Arif, ulama Islam di Merauke. “Saya kira pemetintah harus mengambil langkah dengan menutup arena pasar malam, karena sarat dengan unsur judi. Untuk di kalangan umat Islam, judi sangat diharamkan. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Kepolisian diminta periksa penanggungjawab pasar malam

Selanjutnya

Sewa speed boat sangat ‘mencekik leher’

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe