PapuaMart
close
Banner iklan disini
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Sewa speed boat sangat ‘mencekik leher’
  • Kamis, 16 Februari 2017 — 12:12
  • 283x views

Sewa speed boat sangat ‘mencekik leher’

“Gaji saya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) hanya lima juta rupian per bulan. Sedangkan biaya sewa speed boat menuju tempat tugas mencapai tiga bulan gajian. Dari mana saya harus dapat uang menyewa speed boat tersebut,” ungkapnya.
Satu satunya transportasi laut yang digunakan yakni spead boat menuju ke kampung-kampung di pedalaman Kimaam - Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Merauke, Jubi - Kepala Sekolah SDN Wetau, Distrik Waan, Kabupaten Merauke, Wilhelmus Rahalyaan mengungkapkan, gaji yang diterima setiap bulan, tidak cukup untuk menyewa speed boat menuju ke tempat tugasnya.

Hal itu disampaikan Wilhelmus kepada Jubi beberapa hari lalu. Dikatakan, untuk biaya sewa speed boat dari Kimaam menuju ibukota Distrik Waan sebesar Rp8 juta. Belum lagi perjalanan menuju Kampung Wetau sebesar Rp7 juta. Total biaya sewa speed boat sekali jalan Rp15 juta.


“Gaji saya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) hanya lima juta rupian per bulan. Sedangkan biaya sewa speed boat menuju tempat tugas mencapai tiga bulan gajian. Dari mana saya harus dapat uang menyewa speed boat tersebut,” ungkapnya.

Dijelaskan, satu-satunya transportasi menuju ke kampung-kampung di Distrik Waan adalah jalur laut. Tidak ada jalur darat yang bisa memudahkan untuk sampai ke tempat tugas.

“Saya sendiri juga bingung kalau akan pulang ke tempat tugas. Karena berpikir biaya transportasi yang sangat mahal. Belum lagi berbelanja kebutuhan lain selama berada di tempat tugas,” katanya.

Ditambahkan, dalam beberapa hari ke depan, dirinya akan pulang ke Kampung Wetau bersama para guru kontrak. “Ya, saya sudah bicara dengan pemilik speed boat dan ada kemudahan diberikan. Sehingga kami dapat kembali ke tempat tugas untuk melaksanakan aktivitas sebagaimana biasa,” ujarnya.

Seorang mantan guru dari Distrik Waan, Dominikus Ulukyanan menambahkan, transportasi menuju kampung-kampung, sangat sulit dan jika mencarter speed boat, harganya mahal.

“Orang tidak mengetahui bagaimana suka duka para guru yang bertugas di daerah pedalaman dengan banyak tantangan. Meski demikian, ada yang betah tinggal untuk mengabdikan diri demi anak asli Papua dalam bidang pendidikan,” tuturnya. (*)

Sebelumnya

DPRD Merauke tolak perjudian di pasar malam

Selanjutnya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua