Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Disperindagkop masih menunggu 21 pedagang lama Pasar Entrop
  • Kamis, 16 Februari 2017 — 12:46
  • 876x views

Disperindagkop masih menunggu 21 pedagang lama Pasar Entrop

“Sedangkan 21 pedagang ini kami sinyalir tidak ada di Kota Jayapura, sebab sulit dihubungi dan waktu dua kali sosialisasi yang datang hanya 90 orang saja,” katanya.
Deretan kios di Pasar Entrop -Jubi/Sindung Sukoco
Sindung Sukoco
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Pelaksana tugas Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Jayapura, Robert LN Awi mengatakan, telah menyelesaikan pengisian pedagang Pasar Entrop, Jayapura Selatan.

“Dari Total kurang lebih 290 kios, 171 kios untuk pedagang lama yang tidak diganggu gugat, kemudian sisanya 119 kios yang telah kami tawarkan kepada masyarakat seluruh Kota Jayapura,” katanya kepada Jubi, Selasa (14/2/2017).

Dari 171 kios pedagang lama, katanya, yang daftar ulang dan mulai menyelesaikan adminitrasinya sebanyak 150 orang.

“Sedangkan 21 pedagang ini kami sinyalir tidak ada di Kota Jayapura, sebab sulit dihubungi dan waktu dua kali sosialisasi yang datang hanya 90 orang saja,” katanya.

Ia berharap kekurangan 21 orang tersebut bisa segera selesai dan yang berhak memenuhi administrasi. Sebab pihaknya akan mengusulkan mendapatkan Surat Keputusan dari Wali Kota Jayapura untuk pengguna kios.

“Sehingga kami akan tahu siapa yang menempati kios tersebut dan tidak ada lagi klaim sepihak atau menjualbelikan kios milik Pemkot Jayapura,” katanya.

Diakuinya, molornya pengisian kios di Pasar Entrop karena tarik-ulur dengan oknum dari pedagang lama yang menginginkan pembagian yang sama dengan Pasar Entrop sebelum dibangun, serta tidak ada uang pangkal dalam pengisian kios.

“Hal ini harus dilakukan, sebab berpulang dengan kasus di Pasar Hamadi yang gratis menyebabkan belum usai klaim, saling sikut kepentingan, bahkan kasusnya masih berada di Polda Papua, sedangkan Pemkot Jayapura tak punya kewenangan dan aturan yang jelas untuk terlibat,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Persatuan Pedagang Pasar Entrop (Perdapase) Kaimuddin mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Komisi C dan mereka siap memfasilitasi perpanjangan jangka pembayaran uang pangkal yang dinilai sangat besar. (*)

loading...

Sebelumnya

Jasa Raharja berikan klaim asuransi Rp1,172 miliar

Selanjutnya

Penyaluran raskin tunggu Bulog pusat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4863x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4285x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4147x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3484x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2932x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe