Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Tiga paslon laporkan dugaan pelanggaran ke Panwaslu Kabupaten Jayapura
  • Kamis, 16 Februari 2017 — 18:26
  • 1052x views

Tiga paslon laporkan dugaan pelanggaran ke Panwaslu Kabupaten Jayapura

“Bahkan di Distrik Nimbokrang, saksi kami hanya diberikan form C1. Kalaupun kami kalah, saya ikhlas. Tapi ini kejahatan. Kami akan bawa ke ranah hukum. Semua pendukung dan simpatisan kami harap tenang. Kita akan tempuh langkah hukum. Kami sudah kumpulkan semua bukti-bukti,” katanya.
Paslon Nomor Urut 1, 3 dan 5 Ketika Melapor ke Panwas Kabupaten Jayapura - Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Tiga pasangan calon (paslon) kepala daerah Kabupaten Jayapura melaporkan temuan dugaan pelanggaran ketika pemungutan suara di kabupaten itu, 15 Februari 2017. 
 
Tiga paslon yang melaporkan ke Panitia Pengawas (Panwas) setempat, Kamis (16/2/2017), adalah pasangan Yanni-Zadrak (YaZa) nomor urut 1, Gotlif Ohee-Frans Gina nomor urut 3 dan Jansem Monim-Abdula Rahman Sulaeman (JM-Rahman) nomor urut 5.
 
“Saya menyaksikan sendiri. Memotret dan merekam ada enam sampai tujuh kendaraan. Saya ikuti dari belakang. Massa diturunkan di TPS IV dan TPS V BTN Pemda. Saya hubungi Kapolres dan Panwas dan mereka datang ke lokasi. Ketika ditanya, massa itu memegang undangan fotokopi. Kami bisa buktikan. Nama-nama yang tertera di undangan juga nama-nama masyarakat nusantara. Tapi yang bawa undangan masyarakat kita asli Papua dari wilayah tertentu,” kata Yani kepada wartawan di Jayapura, Kamis. 
 
Hal serupa, lanjutnya, terjadi di Doyo Lama dan di beberapa distrik, seperti Distrik Kaureh dan Sentani Timur yang diduga petugas KPPS tak sesuai nama yang di-SK-kan.
 
“Bahkan di Distrik Nimbokrang, saksi kami hanya diberikan form C1. Kalaupun kami kalah, saya ikhlas. Tapi ini kejahatan. Kami akan bawa ke ranah hukum. Semua pendukung dan simpatisan kami harap tenang. Kita akan tempuh langkah hukum. Kami sudah kumpulkan semua bukti-bukti,” katanya. 
 
Kandidat lainnya, Gotlif Ohee, nomor 2 mengatakan, dirinya bersama paslon nomor 5 sepakat membawa persoalan ini ke ranah hukum. 
 
Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan agar panwas profesional dalam melaksanakan tugasnya dan menegakkan aturan. 
 
“Awalnya kami berharap pemilihan bersih. Tapi pelaksanannya lain. Kami ingin Panwas tegas mengambil keputusan. Jangan merugikan paslon dan rakyatnya,” kata Gotlif.
 
Kandidat nomor 5, Jansen Monim pun mengatakan hal serupa. Monim menilai pilkada Kabupaten Jayapura sarat permainan kotor, bahkan terstruktur, masif dan sistematis. 
Dirinya bahkan menduga kepala-kepala distrik juga ikut bermain. 
 
“Yang lebih lucu lagi ribuan undangan ada di tangan paslon lain. Panwas harus profesional. Apalagi pada hari -H, ada yang tertangkap tangan membagikan uang dan undangan memilih. Pelaku adalah anak salah satu calon wakil bupati. Kini sedang dalam pemeriksaan. Kami minta diproses sesuai aturan,” katanya. 
 
Menurutnya, indikasi kecurangan menguat ketika beberapa hari sebelum hari -H, para kepala distrik dan kampung dikumpulkan. 
 
“Kami punya bukti. Kami harap Panwas memproses ini. KPU juga harus bertanggung jawab. KPU adalah penyelenggara,” katanya. 
 
Ketua Panwas Kabupaten Jayapura Ronald Manoach ketika menerima tiga paslon ini mengatakan, hampir semua TPS di Yakomde, Sentani Barat bermasalah. Masyarakat juga melaporkan ke pihaknya soal dugaan pengerahan massa di Hotel Merbau.
 
“Ketika kami periksa memang banyak orang. Banyak motor dan mobil. Kini sedang ditangani Gakkumdu. Proses operasi tangkap tangan itu sedang berjalan," kata Ronald.
 
“Percayakan kepada Panwas dan Gakkumdu. Kami akan profesional. Memang memprihatinkan. Kami akan bedah. Ada masalah apa. Kalau memenuhi unsur sesuai perundang-undangan, kita PSU. Kalau ada bukti serahkan ke kami. Teman-teman penyidik akan telusuri itu. Kalau untuk diskualifikasi, kita harus obyektif. Berdasarkan fakta. Sesuai proses di Gakkumdu,” lanjutnya. (*)

Sebelumnya

Penembakan di Puncak Jaya diduga "berbau" kepentingan politik

Selanjutnya

Paslon Sethiba akan tempuh jalur hukum

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe