Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Disengat ubur ubur, atlet renang laut Papua tak lanjutkan lomba
  • Senin, 26 September 2016 — 07:28
  • 1292x views

Disengat ubur ubur, atlet renang laut Papua tak lanjutkan lomba

Johanes Joni Harbelubun usai dibawa ke darat, langsung mendapatkan perawatan medis dari panitia pelaksana pertandingan, karena yang bersangkutan langsung merasa demam akibat disengat ubur-ubur, bahkan sempat harus menggunakan oksigen.
Atlet renang laut Papua, Johanes Joni Harbelubun ketika terkena sengatan ubur-ubur bersama tim medis kontingen Papua-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Indramayu, Jubi – Atlet renang perairan terbuka Papua, Johanes Joni Harbelubun yang turun di nomor 10.000 meter putra perairan terbuka harus ditarik ke darat dan tidak bisa melanjutkan lomba, karena pada saat berenang terkena sengatan ubur-ubur.

Venue atau tempat pertandingan renang perairan terbuka di Pantai Tirta Maya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat sendiri memang banyak dihuni hewan ubur-ubur sehingga cukup mengganggu para atlet.

Johanes Joni Harbelubun usai dibawa ke darat, langsung mendapatkan perawatan medis dari panitia pelaksana pertandingan, karena yang bersangkutan langsung merasa demam akibat disengat ubur-ubur, bahkan sempat harus menggunakan oksigen.

Di nomor 10.000 meter putra perairan terbuka, Minggu (25/9/2016) kontingen Papua menurunkan dua atletnya yaitu Johanes Joni Harbelubun dan juga Kristian, namun akibat adanya penambahan kuota atlet bagi tuan rumah, beberapa kontingen harus merelakan atlet lainya tidak bisa bertanding.

Asisten Manager cabang olahraga perairan terbuka Papua, Samuel Tanalepy menjelaskan, setelah adanya pertemuan atau teknical meeting dengan seluruh peserta cabang olahraga perairan terbuka, sesuai dengan surat keputusan PB PRSI memang ada penambahan kuota atlet.

“Karena kritikan dari beberapa kontingen yang keberatan menurunkan tambahan sesuai kuota tuan rumah, kontingen yang mendapat tambahan kuota seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Papua sendiri akhirnya dianulir oleh pengurus. Jelas hal ini membuat kami kecewa, karena satu atlet kita tidak bisa berlomba,” kata Samuel.

Johanes Joni Harbelubun sendiri mengaku kecewa dengan apa yang menimpanya saat lomba telah memasuki putaran ketiga yaitu lepas dari jarak 5000 meter.

“Saya sudah masuk dua putaran, setelah berenang tidak tahu kenapa tiba-tiba disengat ubur-ubur sehingga harus dibawa ke darat dan tidak bisa melanjutkan lomba,” ungkapnya.

Di cabang olahraga renang perairan terbuka sendiri, perenang tuan rumah Jawa Barat, Afiah Fadlan Prawira mampu menyabet medali emas. Sedangkan perenang asal DKI Jakarta, Timotius Mulyadi yang mencatatkan watu 2.20.14,4 detik meraih medali perak dan medali perunggu diraih M. Dimas Permana Taufik dari Jawa Timur dengan catatan waktu 2.24.24,4 detik.

Sementara Yossy V Yosaputra melengkapi perolehan emas bagi kontingen tuan rumah setelah memenangkannomor 10.000 meter putri, disusul perenang Kalimantan Timur, Erika Sintia Bela yang meraih medali perak, kemudian perenang Jawa Timur, Dea Salsabila Putri meraih perunggu. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Tahun depan Nabire gelar sepakbola usia dini

Selanjutnya

Selancar marathon RSX Class sumbang perunggu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe