PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Mengambang, Kasus Raskin 2013 jangan di “peti es”
  • Sabtu, 18 Februari 2017 — 16:27
  • 596x views

Mengambang, Kasus Raskin 2013 jangan di “peti es”

“Kita desak Polda Papua dan Kejaksaan agar segera memproses kembali. Kami menilai kasus ini diendapkan bahkan dipeti-eskan, sebab kasus ini sudah sejak 2013 dan bayangkan bahwa sampai saat ini belum ada tersangkanya yang diseret ke pengadilam,” ujarnya kepada Jubi, Rabu (15/2/2017).
Ilustrasi beras Bulog yang disalurkan ke Yahukimo - Dok. Jubi
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi –Kasus raskin Jayawijaya tahun 2013 lalu,  yang sudah menetapkan beberapa tersangka, mandeg dan terkesan jalan ditempat. Ketua Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak) Yan Matuan menguaknya kembali dan mengingatkan bahwa rakyat tak lupa.

“Kita desak Polda Papua dan Kejaksaan agar segera memproses kembali. Kami menilai kasus ini diendapkan bahkan dipeti-eskan, sebab kasus ini sudah sejak 2013 dan bayangkan bahwa sampai saat ini belum ada tersangkanya yang diseret ke pengadilam. Ada apa sebenarnya,” ujarnya kepada Jubi, Rabu (15/2/2017).

Yan menegaskan bahwa program Raskin adalah masalah beras untuk rakyat miskin dan tidak boleh ada yang salahgunakan. Dan, penyelewengnnya wajib untuk dihukum. “Sony Matuan, Hanter Matuan dan oknum distrik Yalingga masih tidak terusik dengan hukum, ini yang kami inginkan diproses,” ujarnya.

Kasus ini bermula dengan adanya penangkapan oleh Jajaran satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Jayawijaya yang menyita 6 ton beras yang diduga raskin ketika hendak dimasukan kesalah satu toko dari 1 unit truk, hari Selasa, 11 Juni 2013 silam.

Penyitaan 6 ton beras yang dilakukan Polres Jayawijaya karena ada laporan beras untuk orang miskin itu ditimbun dan digunakan untuk meraup keuntungan pribadi oleh salah satu Distrik di Kabupaten Jayawijaya. Dan, para oknum itu diduga tidak menyalurkan raskin tersebut kepada rakyat sebagaimana mestinya.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Jhonny Eddizon Isir, Sik, MTCP membenarkan penyitaan 6 ton beras saat itu kepada wartawan, usai bertemu para tokoh masyarakat di Pilamo Hotel, Kamis (13/6/2013).

“Ya betul ada penyitaan beras dan kita akan proses, dimana dari informasi yang kita dapatkan itu adalah beras raskin dan saat ini sudah kita sita dan masih kita dalami, nanti kita lihat siapa yang berindikasi kuat disertai bukti-bukti yang ada kita lihat nanti perannya sampai sejauh mana,” ungkap Kapolres.

Kapolres mengingatkan kembali, raskin merupakan beras subsidi khusus bagi Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat, atau masyarakat yang tidak mampu. Namun, disayangkan, masih banyak yang tidak tepat sasaran.

“Masyarakat bisa beli Rp16 ribu per kilo, tetapi ketika sudah lari ke pasar bisa menjadi Rp180-Rp200 ribu per 15 kilo, kita bayangkan saja proses penyimpangan sampai mana. Jadi, masyarakat yang seharusnya bisa menerima dan memanfaatkan itu, malah jadi terbebani kembali,” ujarnya.

Release yang diterima JUBI dari Kasat Reskrim Polres Jayawijaya, AKP Johanis Kapasiang, saat itu menerangkan sudah ada pemeriksaan terhadap beberapa orang seperti MY (supir truk), serta beberapa buruh pengangkut beras: MH, AK, HK, EJ, DJ. (*)

Sebelumnya

Hari ini tiga distrik di Nduga akan coblos susulan

Selanjutnya

Pilkada Lanny Jaya dikotori politik uang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua