Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Meepago
  3. Oknum TNI diduga boncengi PT Kristalin Eka Lestari serobot lahan di Nifasi
  • Sabtu, 18 Februari 2017 — 21:35
  • 1701x views

Oknum TNI diduga boncengi PT Kristalin Eka Lestari serobot lahan di Nifasi

“Penyerobotan tanah dilakukan oleh investor yang diboncengi oleh oknum aparat keamanan, dalam hal ini TNI, di Kampung Nifasi, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire. Kejadian ini terjadi pada 10 Februari 2017 lalu, nama perusahaannya PT Kristalin Eka Lestari,” katanya.
Tambang emas di Kabupaten Nabire – Jubi/Dok.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Sekertaris II Dewan Adat Papua (DAP) wilayah Meepago, John Gobay, kepada wartawan, Sabtu (18/2/2017) di Jayapura, mengatakan PT Kristalin Eka Lestari melakukan penyerobotan lahan milik masyarakat setempat, untuk melakukan ekplorasi yang diboncengi oleh beberapa oknum TNI Angkatan Darat.

“Penyerobotan tanah dilakukan oleh investor yang diboncengi oleh oknum aparat keamanan, dalam hal ini TNI, di Kampung Nifasi, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire. Kejadian ini terjadi pada 10 Februari 2017 lalu, nama perusahaannya PT Kristalin Eka Lestari,” katanya.

Gobay mengatakan, PT Kristalin Eka Lestari sendiri pada 2007 lalu, pernah melakukan eksplorasi di wilayah tersebut tepatnya di Makimi, namun hanya tidak lama. Setelahnya, perusahaan itu pergi untuk waktu yang cukup lama. Setelah perginya PT Kristalin Eka Lestari, masuklah PT Tunas Anugerah Papua namun di wilayah Nifasi.

“PT Tunas Anugerah Papua yang merupakan holding company, masuk dan melakukan beberapa tahapan mulai dari mendapatkan izin operasi, izin produksi dan eksplorasi. Izin produksi tersebut didapat pada 2016, dengan pola bagi hasil dengan masyarakat setempat,” ujarnya.

Dikatakan, setelah mendengar ada hasil yang didapat oleh PT Tunas Anugerah Papua, PT Kristalin Eka Lestari kembali dan ingin merebut lahan tersebut. Kedatangan mereka didampingi oknum aparat TNI. 35 anggota TNI tahun lalu mendirikan pos di sana.

“Melihat hal tersebut kami bertemu dengan Pangdam. Dan Pangdam menarik pasukan tersebut dari sana. Sekarang terjadi lagi, di mana Arif selaku pemilik PT Kristalin Eka Lestari pernah dilaporkan ke pihak kepolisian Nabire, atas tindak pidana pemalsuan tanda tangan, dalam dokumen pelepasan tanah adat dan melakukan penyerobotan tanah adat,” katanya.

Gobay menjelaskan bahwa hingga saat ini Arif berada di Nabire, namun pihak kepolisian belum melakukan penangkapan terhadap pemilik PT Kristalin Eka Lestari tersebut.

“Pada 10 Februari 2017, dengan dukungan oknum TNI yang katanya dari Mabes TNI atas nama Mayor Lukman, dia (Mayor Lukman –red) dari Pusintelad datang lebih dulu kemudian meninjau lokasi. Pada 14 Februari 2017 datang lagi Arif dengan anggota TNI bernama Kolonel Bosko. Kedatangan mereka ke lokasi hanya untuk merebut kembali lahan yang telah digarap oleh pihak PT Tunas Anugerah Papua,” urai Gobay.

Intinya, menurut Gobay, masyarakat setempat sudah tidak mau lagi dengan pihak PT Kristalin Eka Lestari, karena sama sekali tidak menguntungkan masyarakat setempat. Hal tersebut dikatakan Otis Money, selaku pemilik Ulayat Adat Kampung Nifasi, melalui rilisnya yang diterima Jubi.

“Kalau mau kerja atau masuk beroperasi, bicara dulu dengan masyarakat,” kata Otis Money.

Sebelumnya, Polres Nabire memediasi konflik dua perusahaan tambang emas di lokasi pertambangan, yang berada  di kilometer 40 kali Mosairo Kampung Nifasi, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire-Papua. Saling mengklaim areal tambang ini terjadi antara PT Tunas Anugerah Papua dan PT Kristalin Eka Lestari.

Kapolres Nabire, AKBP Ronny Semy Thabaa, mengatakan pertemuan yang dilakukan pihaknya bukan untuk menguji kebenaran dukumen perusahaan mana yang legal dan ilegal.

“Pertemuan ini untuk memberikan ruang kepada masing-masing pihak untuk melakukan upaya hukum, agar dapat ditentukan siapa yang berhak atas lahan tersebut, berdasarkan dokumen izin yang dimiliki. Nanti lembaga terkait yang mempunyai kewenangan, mereka yang akan memutuskan siapa yang berhak dan siapa yang tidak,” jelas Kapolres. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pilkada Dogiyai aman, enam distrik akan antar surat suara sore ini

Selanjutnya

“Bripas” desak Panwaslu selesaikan kasus politik uang di Pilkada Lanny Jaya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe