PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Berita Papua
  3. Pernyataan dari Richard C. Adkerson, President dan CEO Freeport-McMoRan Inc
  • Senin, 20 Februari 2017 — 14:43
  • 1101x views

Pernyataan dari Richard C. Adkerson, President dan CEO Freeport-McMoRan Inc

Berdasarkan Kontrak Karya, Freeport telah melakukan investasi US$12 miliar dan sedang melakukan investasi sebesar $15 miliar, guna mengembangkan cadangan bawah tanah kami. Kami telah membangun suatu kegiatan usaha dengan 32.000 tenaga kerja Indonesia.
Richard C. Adkerson, President dan CEO Freeport-McMoRan Inc. Foto: Reuters.
Galuwo
kris@tabloidjubi.com
Editor :

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jakarta – Selama  lebih  dari  lima  tahun,  PT  Freeport  Indonesia  (PTFI)  telah secara konsisten melakukan upaya  itikad  baik, untuk  selalu  tanggap  terhadap  perubahan  hukum  dan  peraturan pemerintah  Indonesia. Beberapa  di antaranya  membawa  dampak  negatif  terhadap  operasi  kami di tambang Grasberg, Papua.

Saya telah berada di Jakarta selama beberapa hari untuk menangani berbagai permasalahan yang saat  ini dihadapi   Perusahaan,  sehubungan  dengan  diterbitkannya   peraturan-peraturan   dari Kementerian   Energi  dan  Sumber  Daya   Mineral   terkait   ekspor   konsentrat.   Bersama   tim manajemen  kami  dan  beberapa  tokoh  masyarakat  setempat,  kami  terus  bekerja  sama  untuk melindungi kepentingan Perusahaan dan semua pemangku kepentingan, termasuk karyawan kami yang berharga.

Meskipun UU Pertambangan Mineral dan Batubara 2009 menyatakan bahwa Kontrak Karya tetap sah  berlaku  selama  jangka waktunya,  Pemerintah  meminta  agar  Freeport  mengakhiri  Kontrak Karya  1991  agar  memperoleh  suatu  izin  operasi  yang  tidak  pasti  dan  persetujuan  ekspor  jangka pendek.

Kami   tidak   dapat   melepaskan   hak-hak   hukum   yang   diberikan   oleh   Kontrak   Karya,  yang merupakan dasar dari kestabilan dan perlindungan jangka panjang bagi Perusahaan kami, dan vital terhadap  kepentingan  jangka  panjang  para  pekerja  dan  para  pemegang  saham  kami. Kepastian hukum  dan  fiskal  sangat  penting  bagi  PTFI  untuk  melakukan  investasi  modal  skala  besar berjangka  panjang,  yang  diperlukan  untuk  mengembangkan  cadangan  kami  di  lokasi  terpencil operasi kami di Papua.

Berdasarkan  Kontrak  Karya,  Freeport  telah  melakukan  investasi  US$12  miliar  dan  sedang melakukan investasi sebesar $15 miliar, guna mengembangkan cadangan bawah tanah kami. Kami telah membangun suatu kegiatan usaha dengan 32.000 tenaga kerja Indonesia.

Berdasarkan  Kontrak  Karya,  Pemerintah  telah  menerima  60%  manfaat  finansial  langsung  dari  operasi   kami.   Pajak-pajak,   royalti-royalti,   dandividen-dividen   yang   dibayarkan   kepada Pemerintah  sejak  1991  telah  melebihi  US$16,5  miliar,  sedangkan  Freeport-McMoRan  telah menerima US$10.8 miliar dalam bentuk dividen. Pajak-pajak, royalti-royalti, dan dividen-dividen di masa mendatang yang akan dibayarkan kepada Pemerintah hingga 2041 diperkirakan melebihi US$40 miliar.

Hukum  Indonesia  mencerminkan  prinsip  hukum  yang  diterima  secara  internasional,   bahwa  suatu kontrak  merupakan  undang-undang  bagi  pihak-pihak  yang  berkontrak  tersebut  dan  kontrak  tidak dapat   diubah   atau   diakhiri   secara   sepihak,   meskipun   berdasarkan   hukum   dan   peraturan perundangan yang diterbitkan kemudian.

Freeport  telah  dengan  itikad  baik  berupaya  untuk  fleksibel  dan  berkomitmen  untuk  mengubahKontrak  Karya  ke  Izin  Usaha  Pertambangan  Khusus  (IUPK),  pada  saat  Pemerintah  dan  Freeport menandatangani perjanjian investasi yang disepakati bersama, yang memberikan Freeport hak-hak yang  sama  sebagaimana  diatur  dalam  Kontrak  Karya,  konsisten  dengan  surat  jaminan  dari Pemerintah kepada PTFI tanggal 7 Oktober 2015

Kami telah mendiskusikan dengan Pemerintah untuk memperoleh jangka waktu enam bulan, guna merundingkan  perjanjian  investasi  ini.  Ekspor  akan  diizinkan  dan  Kontrak  Karya  tetap  berlaku sebelum  ditandatanganinya perjanjian  investasi  tersebut.  Namun  demikian,  peraturan-peraturan Pemerintah saat ini mewajibkan Kontrak Karya diakhiri untuk memperoleh izin ekspor, hal yang mana tidak dapat kami terima.

Pada tanggal 17 Januari 2017, PTFI telah menyampaikan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya  Mineral,  pemberitahuan  mengenai  tindakan-tindakan  wanprestasi  dan  pelanggaran  Kontrak Karya  oleh  Pemerintah.  PTFI   menyampaikan   harapan   dengan   sungguh-sungguh, bahwa perselisihan  yang  akan  terjadi  dengan  Pemerintah  dapat  diselesaikan,  tapi  dengan  mencadangkan hak-hak kita sesuai Kontrak Karya berhadapan dengan Pemerintah, termasuk hak untuk memulai arbitrase,  untuk  menegakkan  setiap  ketentuan-ketentuan  Kontrak  Karya  dan  memperoleh  ganti rugi yang sesuai.

Karena  Freeport  tidak  dapat  melakukan  ekspor  tanpa  mengakhiri  Kontrak  Karya,  akan  terjadi konsekuensi-konsekuensi   yang   tidak   menguntungkan   bagi   semua   pemangku   kepentingan, termasuk penangguhan investasi modal, pengurangan signifikan dalam pembelian barang dan jasa domestik,  hilangnya  pekerjaan  bagi  para  kontraktor  dan  pekerja  kami,  karena  kami  terpaksa menyesuaikan pengeluaran-pengeluaran kegiatan usaha kami sesuai dengan pembatasan produksi tersebut.

Situasi  ini  tidak  menguntungkan  dan  mengkhawatirkan  kita  semua.  Saya  sangat  menghargai dukungan  kita  semua  terhadap  Perusahaan  kami  selama  waktu  yang  sulit  ini.  Tim  manajemen kami berkomitmen untuk bekerja melindungi kepentingan jangka panjang kita semua. Saya tetap berharap bahwa kita dapat mencapai jalan keluar yang disepakati bersama oleh Perusahaan kami dan Pemerintah.

Sebelumnya

Disinyalir petugas Lapas Abepura "nakal", enam napi kabur

Selanjutnya

Pendukung “Tofan” turun jalan rayakan kemenangan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua