Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Dikritik, pilihan wakil Vatikan untuk investigasi kasus pelecehan seksual di Guam
  • Selasa, 21 Februari 2017 — 05:58
  • 1175x views

Dikritik, pilihan wakil Vatikan untuk investigasi kasus pelecehan seksual di Guam

Doyle mengatakan Burke memiliki “catatan bermasalah” dalam menangani rohaniawan yang memiliki kasus pelecehan.
Penunjukan Raymond Leo Burke ditentang sejumlah elemen Gereja Katolik - IST
PINA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Hagatna –Guam, Jubi – Dua kelompok berbasis di AS yang tangani kasus-kasus pelecehan seksual para rohaniawan Katolik di seluruh dunia tidak senang dengan pilihan Vatikan atas orang yang ditugaskan mendampingi peradilan pidana Uskup Guam Anthony S. Apuron.

Vatikan mengirim Kardinal Raymond Leo Burke dan anggota tribunal lainnya ke Guam untuk mendengar dari para saksi dalam peradilan Apuron, tertuduh pemerkosaan dan pelecehan seksual putera-putera altar di tahun 1970an.

Baca Mantan pastor akui uskup ketahui kasus pelecehan

Baca Korban pelecehan seksual di gereja Guam bertambah tiga

Keuskupan Agana, dalam pernyataan yang dikeluarkan Sabtu (18/2/2017) lalu, mengatakan tim dari empat pengacara gereja dan pejabat lainnya dari Roma itu bekerja dari tanggal 16-18 Februari.

“Setahu kami Burk bukan pilihan yang tepat untuk menangani pelecehan dan bukan pilihan yang menjanjikan untuk tangani tugas sensitif ini,” ujar Anne Barrett Doyle, direktur BishopAccountability.org, sebuah layanan sumber informasi yang mengumpulkan dokumen terkait krisis pelecehan seksual para rohaniawan di Gereja Katolik.

Doyle mengatakan Burke memiliki “catatan bermasalah” dalam menangani rohaniawan yang memiliki kasus pelecehan.

“Dia konsisten mempertahankan tertuduh rohaniawan dan lebih menyerang korban,” kata Doyle.

Baca Bertambah lagi tuntutan hukum pada Gereja Katolik Guam

Burke, kepada sebuah media mengatakan dia hendak merangkum investigasi Apuron di Musim Panas. Dia juga menolak dikatakan pengirimannya ke Guam sebagai “hukuman”. Menurut dia keputusan itu normal dilakukan para rohaniawan yang mengambil kerja tambahan di bidang-bidang yang dikuasai.

Burke dikenal sebagai pengacara gereja yang sering bersiteru dengan Paus Francis.(*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun

Selanjutnya

Gereja Katolik Kiribati dukung penyewaan pulau, tapi tolak rencana Romanov

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe