PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. GPM didik siswa korban ketidakadilan di sekolah
  • Selasa, 21 Februari 2017 — 08:30
  • 494x views

GPM didik siswa korban ketidakadilan di sekolah

“Adik-adik kami korban dunia pendidikan yang tidak adil,” ungkap Alfonsa Wayap saat perayaan HUT GPM keempat yang dirayakan sederhana namun penuh makna di Buper Waena, Kota Jayapura, Papua, Senin (21/02/2017).
Aktivis Gerakan Papua Mengajar (GPM) bersama siswa-siswa mereka – Jubi/ Benny Mawel.
Benny Mawel
frans@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Aktivis Gerakan Papua Mengajar (GPM) Alfonsa Wayap mengatakan, siswa yang tergabung dalam kelompok belajar yang dibina GPM adalah korban ketidakadilan guru-guru di pinggiran Kota Jayapura.

“Adik-adik kami korban dunia pendidikan yang tidak adil,” ungkap Alfonsa Wayap saat perayaan HUT GPM keempat yang dirayakan sederhana namun penuh makna di Buper Waena, Kota Jayapura, Papua, Senin (21/02/2017).

Wanita asal Muyu yang telah mengabdikan diri selama empat tahun mendididik ini mengatakan, dirinya beberapa kali ke sekolah mengamati tempat mereka belajar. Ia menyaksikan anak-anak orang berada duduk di bangku deretan depan, sedangkan anak-anak asli semuanya duduk di belakang.

Akibatnya anak-anak tersebut tidak tahu baca-tulis meski sudah duduk di kelas tiga Sekolah Dasar. Anak-anak yang tidak mendapat perhatian seperti ini, juga tidak mendapat perhatian dari orang tua mereka menjadi fokus perhatian GPM.

“Kami mengajar mereka pengetahuan dasar supaya mereka tahu baca, tulis, hitung, dan juga mengajar melukis,” ujarnya didampingi rekan-rekannya.

Kordinator GPM Agust Kadepa mengatakan, perjuanganya selama empat tahun tidak sia-sia. Ada sejumlah siswanya berkembang dengan baik dalam melukis, membaca, dan menulis.

GPM juga mengajarkan siswa-siswanya pegetahuan alam, geografis, dan cerita-cerita rakyat dari Papua.

“Kita perkenalkan cerita rakyat dari Papua, mereka cepat tangkap, kita harap ini menjadi contoh pendidikan formal di Papua,” ungkapnya.

Dengan mengangkat pengetahuan umum yang berasal dari Papua, pendidik dapat membantu anak didik mengenal dirinya dan lingkunganya.

“Kita tidak bisa mengajar sesuatu yang tidak ada di sekitar mereka, kita mengajar mereka dari apa yang mereka lihat dan tahu,” ujarnya.

Siswa GPM terus berkembang dari belasan menjadi puluhan. Awalnya lebih kurang 12-15 siswa, berkembang menjadi 53 anak binaan. Lokasi belajar mereka di Kota Raja dan Buper Waena, Kota Jayapura. (*)

Sebelumnya

SMK Ampari Jayapura hadapi UNBK dengan fasilitas seadanya

Selanjutnya

GPM, empat tahun belajar di alam bebas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua