PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Pemkab Merauke dorong pertanian dan perikanan
  • Selasa, 21 Februari 2017 — 12:16
  • 696x views

Pemkab Merauke dorong pertanian dan perikanan

“Apa yang digenjot oleh pemerintah ini, selain untuk mendorong masyarakat terus bekerja, sekaligus Merauke menjadi kabupaten yang terus dilihat dan diperhatikan pemerintah pusat. Sekaligus menunjukkan daerah ini bisa menjadi lumbung pangan,” ujarnya
Lahan pertanian masyarakat yang telah ditanami padi - Jubi/Frans L Kobun.
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Merauke, Jubi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke terus mendorong sektor pertanian maupun perikanan, agar dapat memberikan kontribusi besar bagi kelangsungan hidup masyarakat di kampung-kampung.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Merauke, Sularso kepada wartawan Senin (20/2/2017). Khusus dalam bidang pertanian, tahun 2016, telah dibuka lahan seluas 2.000 hektare untuk padi. Pada tahun ini, dibuka lagi sekitar 3.000 hektare di beberapa kampung sentra produksi.

“Apa yang digenjot oleh pemerintah ini, selain untuk mendorong masyarakat terus bekerja, sekaligus Merauke menjadi kabupaten yang terus dilihat dan diperhatikan pemerintah pusat. Sekaligus menunjukkan daerah ini bisa menjadi lumbung pangan,” ujarnya.

Sementara khusus dalam bidang perikanan, juga menjadi perhatian, apalagi sejumlah investor sedang melirik potensi laut di Kabupaten Merauke. “Kita akan berikan kesempatan kepada investor, namun kegiatan perikanan yang dijalankan tidak langsung dalam skala besar,” katanya.

Wabup Sularso berharap para nelayan di kampung-kampung diberdayakan secara langsung. “Kita semua tahu sebagian nelayan, tinggalnya di pesisir pantai, sehingga mereka harus didampingi dan diberikan kesempatan mengolah potensi laut yang ada mulai dari ikan, udang dan lain-lain,” ujarnya.

Seorang rohaniawan Katolik, Pastor Silvester Tokio mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir, hasil tangkapan ikan nelayan di kampung-kampung di pedalaman Kimaam, tidak bisa dijual dan terpaksa dibuang. Karena tak ada yang beroperasi sekaligus membeli.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, hasil tangkapan ikan nelayan, segera terjual, lantaran ada perusahaan asing yang beroperasi di pulau Kimaam.

“Ya, karena kebijakan pemerintah pusat, makanya perusahaan dimaksud ditutup. Ada sisi positifnya yakni ikan tangkapan nelayan bertambah banyak. Hanya dampak negatif yang terjadi, ikan banyak, tetapi pasaran sulit, sehingga terpaksa dibuang warga,” tuturnya. (*)

Sebelumnya

Wabup Merauke instruksikan SKPD bergerak cepat

Selanjutnya

Pulau Habe bagi orang Marind sangat sakral

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua