Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. GPM, empat tahun belajar di alam bebas
  • Selasa, 21 Februari 2017 — 12:36
  • 761x views

GPM, empat tahun belajar di alam bebas

Sekitar 40 orang murid hadir dalam kegiatan dengan tema “Saya Belajar, Saya Mengajar” dan sub tema “Ko Papua, sa Papua mari belajar dan mengajar tentang kita” itu.
Gerakan Papua Mengajar ketika merayakan HUT ke-4 di Buper, Kota Jayapura – Jubi/Agus Pabika.
Agus Pabika
pabikaa169@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – "Tiga tahun lalu kami jalan kaki dan kami belajar di hutan-hutan. Dengan memahami lingkungan tersebut kami mampu belajar.”

Hal ini dikatakan Kordinator Gerakan Papua Mengajar (GPM), Agustinus Kadepa saat merayakan hari ulang tahun ke-4 GPM di kawasan Bukit Perkemahan (Buper), Distrik Heram, Kota Jayapura, Senin (20/2/2017).

Sekitar 40 orang murid hadir dalam kegiatan dengan tema “Saya Belajar, Saya Mengajar” dan sub tema “Ko Papua, sa Papua mari belajar dan mengajar tentang kita” itu.

“Kami memperingati HUT ke-4 untuk mengenang semua itu dan ke depan kami akan tetap belajar dengan alam kita sendiri. Di mana saja tempat akan menjadi tempat belajar kami,” katanya.

Ia berharap kelompok belajar nonformal ini bisa melaksanakan aktivitas belajar dan mengajar di dalam ruangan.

“Persoalan tempat bagi kami d imana saja kami belajar di situlah tempat kami belajar. Tidak hanya dua tempat, baik di Buper Waena dan Kotaraja, yang kami buka, tapi akan buka di tempat lain juga dan dua tempat belajar akan menjadi pusat belajar gerakan Papua mengajar dan melihat di tempat-tempat lain,” katanya.

Agus menceritakan, awalnya ada belasan anak yang diajarnya bersama beberapa teman. Namun seiring waktu dan dibukanya pengajaran di Kotaraja, kini anak-anak bertambah menjadi 53 orang.

“Semakin besar anak-anak dan semakin kita tangani. Banyak pencapaian yang kami dapat yaitu mengikuti beberapa ivent di PMKRI mendapat juara, menggambar, menghitung dan membaca. Dengan modal tersebut mereka masuk ke tingkat sekolah dasar (SD). Sehingga besok adik-adik mereka akan mengikuti pola dan jejak kakak mereka untuk bergabung ke GPM,” katanya.

Ia pun mengharapkan agar sembilan pendamping (pengajar) tetap konsisten pada komitmennya meski mengajar secara sukarela.

Pendamping GPM Arnold Belau mengatakan, seiring bertambahnya anak-anak, meski di alam, GPM harus mempunyai bangunan sehingga orang tua anak-anak yang diajar dapat melihat langsungnya.

“Walaupun di tempat terbuka dan suport dari luar GPM sendiri sangat luar biasa baik, terbukti relawan TIK mereka sampaikan rasa hormat karena di sini anak-anak muda yang meluangkan waktu dan tenaga yang tidak dilihat oleh banyak orang,” katanya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

KKR gereja PHBC ditunda

Selanjutnya

Mahasiswa Jayawijaya segera kumpulkan persyaratan dana studi akhir

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe