Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Sulawesi
  3. Temuan uang palsu di Makassar meningkat
  • Rabu, 22 Februari 2017 — 16:50
  • 1511x views

Temuan uang palsu di Makassar meningkat

Pada perkembangan berikutnya diharapkan semakin sedikit jumlah temuan uang palsu, seiring diterbitkannya uang rupiah emisi 2016 dengan sejumlah pengaman misalnya retroverso atau gambar bayangan.
Ilustrasi uang palsu (Jubi/Metrosulawesi.com)
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Makassar, Jubi - Temuan uang palsu di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel (KPw BI Sulsel) mencapai 2.462 lembar pada 2016 atau meningkat 91,74 persen dibandingkan 2015 yang hanya 1.284 lembar.

"Kondisi ini berkorelasi positif bahwa tingkat pemahaman ciri-ciri keaslian uang rupiah di kalangan masyarakat meningkat, dengan banyaknya temuan dan laporan uang palsu masuk ke BI," kata Kepala KPw BI Sulsel Wiwiek Sisto Widayat di Makassar, Rabu (22/2).

Dia mengatakan, pada perkembangan berikutnya diharapkan semakin sedikit jumlah temuan uang palsu, seiring diterbitkannya uang rupiah emisi 2016 dengan sejumlah pengaman misalnya retroverso atau gambar bayangan.

Menurut dia, sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah kepada masyarakat itu sudah dilakukan dua bulan terakhir dan akan dilanjutkan hingga akhir Maret 2017.

"Kita juga selalu meningkatkan upaya peningkatan pemahaman tentang keuangan, termasuk sosialisasi uang rupiah yang baru itu," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga menggencarkan penggunaan uang Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu sebagai salah satu upaya mendorong agar uang Rupiah dapat berdaulat di negeri sendiri dan juga meningkatkan martabat bangsa. Kondisi ini terutama dilakukan bagi Biro Perjalanan yang dalam promosinya kerap masih menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat.

"Kami sudah menyosialisasikan hal itu pada teman-teman ASITA dan juga biro perjalanan lainnya, termasuk Biro travel Haji dan umroh, agar tidak lagi mempromosikan paket wisatanya dengan mata uang asing," kata Wiwiek. (*)

 

#

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Kazakstan beli tepung kelapa Sulut

Selanjutnya

Jalur trans Gorontalo Utara-Buol putus akibat longsor

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe