Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Tidak cukup bukti, Panwas sesalkan pemberitaan soal OTT
  • Rabu, 22 Februari 2017 — 17:48
  • 786x views

Tidak cukup bukti, Panwas sesalkan pemberitaan soal OTT

Pasalnya, dalam pemberitaan tersebut tidak disertakan data informasinya dari pihaknya, yang mempunyai kewenangan terhadap persoalan dalam proses Pilkada yang dilakukan di daerah itu.
Ilustrasi papan nama kantor Panwas pilkada Kota Jayapura. Jubi/Dok.
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sentani, Jubi - Ketua Panwas Kabupaten Jayapura Ronald Manoach menyayangkan pemberitaan soal Operasi Tangkap Tangan (OTT), yang diberitakan oleh sejumlah media lokal maupun nasional.

Pasalnya, dalam pemberitaan tersebut tidak disertakan data informasinya dari pihaknya, yang mempunyai kewenangan terhadap persoalan dalam proses Pilkada yang dilakukan di daerah itu.

Menurutnya soal adanya pelanggaran dalam Pilkada adalah tugas dan wewenang mereka selaku Panwas dan juga Gakkumdu, yang di dalamnya ada sejumlah pihak seperti Panwas, kepolisian dan juga kejaksaan.

“Soal OTT yang terjadi pada tanggal 15 Februari lalu, media hanya menuliskan berita berdasarkan pernyataan kuasa hukum salah satu Paslon. Padahal yang melakukan penangkapan itu adalah kami," ujar Ketua Panwas saat ditemui di Sentani. Selasa (21/2/2017).

Untuk itu menurutnya, media yang menyebarkan informasi terkait OTT ini hendaknya dihentikan, karena sangat tidak etis dalam penyelenggaraan Pilkada di daerah ini.

"Prosesnya sedang kami dalami, toh juga kalau terbukti akan kami sampaikan kembali kepada publik," ujarnya.

Bezeliel Ongge Devisi Hukum dan Penindakan Pelaporan Panwas Kabupaten Jayapura mengaku kasus OTT yang ditangani pihaknya ini sudah pada tingkat penyidikan, namun masih terus didalami karena belum cukup bukti.

"Untuk kasus OTT sudah kami tingkatan penyidikan, tetapi kami juga masih menunggu bukti-bukti yang kuat untuk mengeksekusi kasus tersebut. Sementara waktu yang diberikan kepada kami sudah sangat sempit hanya tujuh hari sejak kasus ini dimasukkan," ujarnya. (*)

Sebelumnya

Massa dua paslon di Tolikara demo Panwas

Selanjutnya

Ignasius Mimin: Ini pintu masuk membongkar eksploitasi Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe