Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Bali NTT
  3. Pengebom ikan masuk kategori teroris
  • Senin, 26 September 2016 — 14:38
  • 1803x views

Pengebom ikan masuk kategori teroris

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Nusa Tenggara Timur menilai para pengeboman ikan masuk dalam kategori teroris, karena memiliki jaringan yang kuat dan terorganisir secara rapi, baik di laut maupun di darat.
Ilustrasi nelayan. -- tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Kupang, Jubi - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Nusa Tenggara Timur menilai para pengeboman ikan masuk dalam kategori teroris, karena memiliki jaringan yang kuat dan terorganisir secara rapi, baik di laut maupun di darat.

"Mereka (para pengebom ikan, red) memiliki jaringan yang sangat kuat seperti kelompok teroris. Mereka ada penadah di darat dan memiliki tempat penampungan tersendiri," kata Sekretaris HNSI NTT Wham Nurdin kepada Antara di Kupang, Senin (26/9/2016).

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan semakin maraknya kasus pengeboman ikan yang terjadi di NTT khususnya di perairan Flores Timur serta Pulau Sumba yang lebih banyak dilakukan oleh nelayan-nelayan dari Nusa Tenggara Barat.

Jika ditemukan masih ada yang melakukan aksi pengeboman ikan, Menurut Wham, sebaiknya langsung saja diambil tindakan hukum dan diproses ke penjara.

Hal utama yang harus diperhatikan saat ini adalah memperbaiki sistem pengawasan di laut, mengingat hampir 75 persen laut di Indonesia timur masih bagus dibandingkan dengan laut-laut di Indonesia bagian barat.

"Kalau mereka menangkapnya dengan alat tangkap yang ramah lingkungan menurut saya tidak apa-apa, tetapi kalau sudah menggunakan bom, mereka pantas disebut sebagai teroris, sehingga pantas untuk dipenjara," katanya menegaskan. (*)

 

 

loading...

Sebelumnya

PT. Jasindo tindak lanjuti asuransi nelayan NTT

Selanjutnya

Korban penangkapan di Timor Leste minta bantuan pemerintah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6178x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5756x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3911x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe