Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Ignasius Mimin: Ini pintu masuk membongkar eksploitasi Papua
  • Kamis, 23 Februari 2017 — 09:06
  • 632x views

Ignasius Mimin: Ini pintu masuk membongkar eksploitasi Papua

"Kalau mereka dibawa ke luar Papua dengan tujuan yang baik, saya rasa tidak masalah. Tapi kalau dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk keuntungan mereka, didoktrin dengan hal-hal tak baik, ini harus diusut," kata Ignasius Mimin, Rabu (22/2/2017).
Ilustrasi – IST
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Ketua Fraksi Golongan Karya (Golkar) DPR Papua, Ignasius W Mimin menyatakan, kasus dugaan eksploitasi tujuh anak asal Mimika, Papua di Jakarta, yang ditemukan Komnas Perindungan Anak (Komnas PA) bisa menjadi pintu masuk membongkar dugaan eksploitasi anak-anak dari Papua di luar Papua.

Ia menduga ketujuh anak itu merupakan satu dari sekian kasus ekspoitasi anak-anak Papua. Kemungkinan masih banyak anak-anak asal Papua lainnya yang dibawa ke luar Papua untuk kepentingan oknum-oknum tertentu seperti Asmat, Mappi dan Kaimana yang pernah diberitakan media sebelumnya.

"Kalau mereka dibawa ke luar Papua dengan tujuan yang baik, saya rasa tidak masalah. Tapi kalau dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk keuntungan mereka, didoktrin dengan hal-hal tak baik, ini harus diusut," kata Ignasius Mimin, Rabu (22/2/2017).

Ia meminta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yambise dan Badan PPPA Provinsi Papua turun tangan dalam kasus itu. Anak-anak tersebut harus dikembalikan kepada orang tuanya.

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, kepada wartawan dalam konfrensi pers di kantor Komnas PA, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2017), mengatakan, kasus itu terbongkar setelah seorang anak penghuni rumah penampungan melarikan diri. Ia diselamatkan warga. Komnas PA yang menerima laporan, kemudian melapor ke Polres Metro Jakarta Timur, dan ke Kementerian Sosial.

"Kondisi mereka cukup memprihatinkan. Selain mereka kerap mengalami kekerasan fisik dari sang pengasuh berinisial SK (35), juga kerap tidak diberi makan," kata Arist Merdeka.

Kata Arist, pengasuh yang mengaku sebagai biarawati itu, kini diperiksa Polres Metro Jakarta Timur. Pelaku tidak bisa menunjukkan dokumen statusnya sebagai biarawatinya.

"Ia sering mengajukan proposal ke sejumlah pihak. Minta bantuan. Selain itu rumah penampungan itu juga tidak ada izin," ujarnya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Tidak cukup bukti, Panwas sesalkan pemberitaan soal OTT

Selanjutnya

Anias: Pemusnahan miras tak selesaikan masalah miras

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua