Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Guru SD di Wamena diminta tak cueki perkembangan kurikulum baru
  • Kamis, 23 Februari 2017 — 14:09
  • 1973x views

Guru SD di Wamena diminta tak cueki perkembangan kurikulum baru

Peserta kegiatan In Service Training K 13 diharapkan, dapat meningkatkan pelayanannya dalam mendidik pelajar dan menerapkan materi yang telah diterima dalam In Service Training K 13 di tempat tugas masing-masing.
Peserta In Service Training K 13 hendak belajar bersama. – Jubi / Wesai.
Editor : Yuliana Lantipo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Wamena, Jubi - Para guru sekolah dasar (SD) di Kabupaten Jayawijaya diminta tidak cuek dengan perkembangan apa pun yang terjadi, berkaitan proses belajar mengajar di kelas, termasuk kurikulum K 13. Apalagi dengan alasan sekolahnya di pedalaman, sebab penerapan kurikulum tidak ada perbedaan antara sekolah di kampung dan di perkotaan.

Hal itu disampaikan Kapala Bidang men dinas Pendidikan dan P Jayawijaya, Johanes Lobja, ketika membuka In Service Training K .13 Cluster SD YPPK Bunda Maria Pikhe, Jumat (17/2/20117) di Wamena.

“K 13  inikan sebenarnya sudah lama, kemudian dia hilang terus muncul lagi, tapi ini wajib hukumnya tidak ada yang bilang kami belum mampu, belum siap atau guru kurang, tidak tetap kegiatan K 13 jalan karena nanti target-target yang disampaikan itu akan berlangsung juga,” kata Johanes.

Berdasarkan pengalaman dan survey, ia mengatakan banyak guru SD yang menyimpang dalam kaitannya dengan persiapan mengajar.

“Ada guru yang persiapan mengajar saja sama sekali tidak ada. Proses belajar-mengajarnya adalah besok masuk kelas, tanya anak-anak pelajaran kemarin sampai di mana, ada yang pegang buku-buka halaman ini, kasih tugas anak-anak catat sampe papan penuh, gurunya santai di kantor atau kantin. Ini temuan ya,” ungkap Johanes Lobja yang juga mantan Kabid Dikdas dinas P dan P Jayawijaya itu.

Peserta kegiatan In Service Training K 13 diharapkan, dapat meningkatkan pelayanannya dalam mendidik pelajar dan menerapkan materi yang telah diterima dalam In Service Training K 13 di tempat tugas masing-masing.

“Harapannya mereka kembali aktif di sekolah masing-masing dan dapat membuat kurikulum K 13 dari mulai pemetaan KD, sampai pembuatan RPP sampai pada tahap akhirnya pengisian raport,” ujar Flora Elisabet Luwunau, S.Pd, salah satu Instruktur Kabupaten Jayawijaya. (Wesai)

loading...

Sebelumnya

Pilkada Tolikara berjalan aman dan damai

Selanjutnya

Petrus Hubi siap bertarung rebut 01 Jayawijaya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe