PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. SMP Bonaventura ajarkan mulok bahaya HIV/AIDS
  • Kamis, 23 Februari 2017 — 18:40
  • 471x views

SMP Bonaventura ajarkan mulok bahaya HIV/AIDS

Pelajaran diberikan guru yang dilatih khusus. Di kelas anak-anak dilatih untuk mencegah virus dan bagaimana penanganannya. Juga penyadaran jika tidak dicegar generasi mereka akan punah.
Siswi SMP Bonaventura Sentani pulang sekolah - Jubi/ Yance Wenda.
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Sentani, Jubi – Siswa Kelas VIII SMP Bonaventura Sentani diberi pengetahuan bahaya HIV/ AIDS melalui mata pelajaran muatan lokal.
 
Kepala SMP Bonaventura Yohanes B Sua Dula mengatakan, dijadikannya pelajaran HIV/ AIDS sebagai muatan lokal karena berdasarkan Peraturan Gubernur Papua No. 26/2010 yang mewajibkan sekoh mengajarkan mulok HIV/ AIDS.
 
“Mata pelajaran bahaya HIV /AIDS di setiap sekolah sangat penting karena kasus HIV/AIDS di Papua tergolong tinggi, mungkin tergolong peringkat pertama berdasarkan poulasi penduduk yang sedikit,” katanya kepada Jubi, Kamis (23/2/2017).
 
Pelajaran diberikan guru yang dilatih khusus. Di kelas anak-anak dilatih untuk mencegah virus dan bagaimana penanganannya. Juga penyadaran jika tidak dicegah generasi mereka akan punah.
 
"Ini yang kami berikan pemahaman kepada anak-anak agar mereka tahu bahaya HIV dan jika generasi kita ini kena HIV nanti masa depan mereka akan suram, sehingga kami selalu berikan informasi tentang pentingnya HIV," ujarnya.
 
Yohanes mengatakan, mulok HIV/AIDS di sekolahnya pertama diberikan pada 2003 hingga 2005 sebagai pilot proyek UNICEF. Pelajaran diberikan kepada semua kelas dan silabus serta materi sudah disediakan. Sejak 2013 kemudian mulok dijalankan sendiri hanya untuk kelas VIII.
 
Lora, siswi kelas VIII mengatakan setelah belajar HIV/AIDS dia bisa memilih teman mana yang baik agar bisa menjaga diri dalam pergaulan.
 
Temannya, Iknasius Andreas Kosmadino mengatakan, manfaat yang ia dapatkan setelah mengikuti pelajaran Mulok HIV/ AIDS adalah antisipasi agar orang asli Papua, orang Indonesia, dan juga luar negeri tidak candu terhadap kegiatan yang berbahaya terkena HIV/ AIDS.
 
“Sebab penyakit ini sangat berbahaya bagi kita," ujarnya. (*)

Sebelumnya

Fakultas Ekonomi Uncen yudisium 73 mahasiswa

Selanjutnya

Daniel Pahabol: Ibu harus jadi obat dalam keluarga

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua