Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Daniel Pahabol: Ibu harus jadi obat dalam keluarga
  • Kamis, 23 Februari 2017 — 18:43
  • 791x views

Daniel Pahabol: Ibu harus jadi obat dalam keluarga

Pahabol juga mengatakan, saat ini banyak ibu yang menjadi tulang punggung keluarga, mereka adalah perempuan perkasa dalam mencari nafkah bagi keluarga dengan menyiapkan sarapan kepada anak-anaknya.
Penjabat Wali Kota Jayapura Daniel Pahabol saat membuka kegiatan pelayanan konseling Keluarga Berencana di Aula BKKBN Provinsi Papua baru-baru ini - Jubi/ Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Jayapura, Jubi – Penjabat Wali Kota Jayapura Daniel Pahabol mengatakan, peran ibu di rumah tangga sangat penting. Karena upaya pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sangat panjang yang dimulai dari ibu mengandung hingga melahirkan.
 
Menurutnya, ibu bisa menjadi obat dan penyakit dalam keluarga. Seorang ibu menjadi penyakit dalam keluarga jika ia malas menyusui anaknya, tidak menyiapkan kebutuhan suami, dan tidak menyediakan kebutuhan anaknya ke sekolah.
 
“Sedangkan ibu yang menjadi obat dalam keluarga, di mana ia bisa menjalankan tugasnya dengan baik, yaitu memberikan pelayanan sebagai seorang ibu dan sang istri," katanya dalam kegiatan pelayanan konseling Keluarga Berencana di Aula BKKBN Provinsi Papua, Jayapura, Selasa (21/2/22017).
 
Pahabol juga mengatakan, saat ini banyak ibu yang menjadi tulang punggung keluarga, mereka adalah perempuan perkasa dalam mencari nafkah bagi keluarga dengan menyiapkan sarapan kepada anak-anaknya.
 
“Mereka inilah yang harus menjadi perhatian pemerintah dan stakerholder lainnya," ujarnya.
 
Ketua panitia pelaksana pelayanan konseling Keluarga Berencana, Petronela mengatakan, program KB yang dilakukan secara terpadu diharapkan agar pasangan suami istri benar-benar merencanakan dengan sebaik-baiknya kapan mulai mempunyai anak, berapa jumlah anak, dan jarak antara satu anak dengan anak yang lainnya. (*)

loading...

Sebelumnya

SMP Bonaventura ajarkan mulok bahaya HIV/AIDS

Selanjutnya

Sekolah Katolik di Jayapura siap hadapi UNBK

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe