Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Demonstran protes penembakan pria kulit hitam
  • Senin, 26 September 2016 — 15:37
  • 747x views

Demonstran protes penembakan pria kulit hitam

Ratusan orang demonstran berseru dan bergerak di Charlotte pada Minggu (Senin WIB), saat aksi protes masih terjadi seteah keluarnya dua rekaman yang menunjukkan penembakan seorang pria berkulit hitam oleh aparat polisi di kota terbesar Carolina Utara itu.
Polisi berjaga-jaga menghadang massa aksi di Charlotte, Carolina Utara. -- charlotteobserver.com
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Charlotte, Jubi - Ratusan orang demonstran berseru dan bergerak di Charlotte pada Minggu (Senin WIB), saat aksi protes masih terjadi seteah keluarnya dua rekaman yang menunjukkan penembakan seorang pria berkulit hitam oleh aparat polisi di kota terbesar Carolina Utara itu.

Massa yang marah telah memenuhi jalanan di Charlotte setiap hari sejak Selasa terkait kejadian pembunuhan pria berkulit hitam, Keith Scott (43). Para demonstran mengatakan bahwa mereka akan terus melakukannya hingga pihak kepolisian, yang pada Sabtu mengeluarkan sebagian rekaman kematian Scott, mengeluarkan rekaman penuhnya.

Rekaman yang dikeluarkan itu tidak memberikan bukti jelas bahwa Scott menggenggam sebuah senjata saat dirinya ditembak.

"Satu kata: transparansi," ujar Kerby McLean, 26, seorang pendeta dari gereja Kerajaan harapan Abadi Internasional di Charlotte, meminta para pemimpin terpilih untuk mendapatkan rekamannya.

"Kami protes hingga mereka menanggapi apa yang kami ingin mereka lakukan," kata dia.

Kota Sun Belt yang berkembang dengan pesat, sebuah pusat perbankan, menjadi titik nyala terbaru dalam dua tahun terkait demonstrasi terhadap aksi pembunuhan polisi AS terhadap orang berkulit hitam, yang banyak di antara mereka tidak bersenjata.

Protes di Charlotte, yang merupakan salah satu pusat kota paling ramai di Tenggara AS, selama ini damai namun pada Rabu terjadi bentrokan anarkis di antara para demonstran.

Dihadang oleh aparat dengan sepeda, massa melewati pusat kota Charlotte dan keluar ke arah perumahan pada Minggu. Kota itu mencabut aturan jam malam yang telah dilaksanakan selama tiga hari meskipun jarang diterapkan.

Kerumunan yang lebih kecil sekitar 100 orang menggelar aksi di sebuah pertandingan Liga Sepakbola Nasional (NFL) di kota itu sebelumnya. Sekelompok polisi anti huru-hara menemui para penggemar saat mereka tiba. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Obama sesalkan perluasan permukiman Israel, sambil tingkatkan bantuan militer

Selanjutnya

Teleskop terbesar dunia milik tiongkok siap beroperasi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 5653x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2816x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 2702x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe