Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Demonstran protes penembakan pria kulit hitam
  • Senin, 26 September 2016 — 15:37
  • 830x views

Demonstran protes penembakan pria kulit hitam

Ratusan orang demonstran berseru dan bergerak di Charlotte pada Minggu (Senin WIB), saat aksi protes masih terjadi seteah keluarnya dua rekaman yang menunjukkan penembakan seorang pria berkulit hitam oleh aparat polisi di kota terbesar Carolina Utara itu.
Polisi berjaga-jaga menghadang massa aksi di Charlotte, Carolina Utara. -- charlotteobserver.com
ANTARA
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Charlotte, Jubi - Ratusan orang demonstran berseru dan bergerak di Charlotte pada Minggu (Senin WIB), saat aksi protes masih terjadi seteah keluarnya dua rekaman yang menunjukkan penembakan seorang pria berkulit hitam oleh aparat polisi di kota terbesar Carolina Utara itu.

Massa yang marah telah memenuhi jalanan di Charlotte setiap hari sejak Selasa terkait kejadian pembunuhan pria berkulit hitam, Keith Scott (43). Para demonstran mengatakan bahwa mereka akan terus melakukannya hingga pihak kepolisian, yang pada Sabtu mengeluarkan sebagian rekaman kematian Scott, mengeluarkan rekaman penuhnya.

Rekaman yang dikeluarkan itu tidak memberikan bukti jelas bahwa Scott menggenggam sebuah senjata saat dirinya ditembak.

"Satu kata: transparansi," ujar Kerby McLean, 26, seorang pendeta dari gereja Kerajaan harapan Abadi Internasional di Charlotte, meminta para pemimpin terpilih untuk mendapatkan rekamannya.

"Kami protes hingga mereka menanggapi apa yang kami ingin mereka lakukan," kata dia.

Kota Sun Belt yang berkembang dengan pesat, sebuah pusat perbankan, menjadi titik nyala terbaru dalam dua tahun terkait demonstrasi terhadap aksi pembunuhan polisi AS terhadap orang berkulit hitam, yang banyak di antara mereka tidak bersenjata.

Protes di Charlotte, yang merupakan salah satu pusat kota paling ramai di Tenggara AS, selama ini damai namun pada Rabu terjadi bentrokan anarkis di antara para demonstran.

Dihadang oleh aparat dengan sepeda, massa melewati pusat kota Charlotte dan keluar ke arah perumahan pada Minggu. Kota itu mencabut aturan jam malam yang telah dilaksanakan selama tiga hari meskipun jarang diterapkan.

Kerumunan yang lebih kecil sekitar 100 orang menggelar aksi di sebuah pertandingan Liga Sepakbola Nasional (NFL) di kota itu sebelumnya. Sekelompok polisi anti huru-hara menemui para penggemar saat mereka tiba. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Obama sesalkan perluasan permukiman Israel, sambil tingkatkan bantuan militer

Selanjutnya

Teleskop terbesar dunia milik tiongkok siap beroperasi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6192x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5770x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3928x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe