Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Diadili karena naikkan bintang fajar di KJRI, Tyrone dapat solidaritas
  • Jumat, 24 Februari 2017 — 10:11
  • 1553x views

Diadili karena naikkan bintang fajar di KJRI, Tyrone dapat solidaritas

“Kenapa dia dihukum hanya karena menerobos KJRI selama 60 menit saja sementara Indonesia tidak pernah dihukum karena menduduki Tanah Papua dengan berbagai kebijakan yang berbau genosida selama 60 tahun?” tulis mereka di dalam rilis tersebut.
Aksi solidaritas untuk Tyrone di depan Melbourne Magistrates Court, Rabu (22/2/2017) – Jubi/RABK
Zely Ariane
zely.ariane@tabloidjubi.com
Editor :

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Dimana keadilan? Demikian seruan para pendukung hak penentuan nasib sendiri Papua di depan Pengadilan Melbourne, Kamis (23/2) dalam rangka bersolidaritas terhadap Tyrone yang dituntut hukuman karena penerobosan dan menaikkan bendera Bintang Fajar di depan KJRI Januari lalu. 

Dalam pernyataan pers yang diterima redaksi Rabu (22/2/2017) mereka mempertanyakan tuntutan hukuman yang dikenakan pengadilan kepada seorang anak muda warga negara Australia bernama Tyrone.

“Kenapa dia dihukum hanya karena menerobos KJRI selama 60 menit saja sementara Indonesia tidak pernah dihukum karena menduduki Tanah Papua dengan berbagai kebijakan yang berbau genosida selama 60 tahun?” tulis mereka di dalam rilis tersebut.

Baca: Aktivis pro West Papua: Indonesia hiper-sensitif

Baca: Jokowi: pengibar bintang kejora di KJRI Melbourne kriminal murni

Jakob Rumbiak, dari wakil Negara Republik Federal Papua Barat di kantor Docklands dalam rilis tersebut mempertanyakan mengapa Pemerintahan Australia menggunakan semua sumber dayanya untuk meneruskan proses hukum terhadap Tyrone.

“Pemerintah Australia sampai gunakan polisi, peradilan, membiayai pengacara hanya untuk melawan protes spontan simbolik, yang pemerintah Indonesia sendiri saja tidak tahu itu terjadi sampai mereka menyaksikannya di facebook,” ujar Rumbiak.

Rumbiak mengakui tindakan ketidakpatuhan sipil anak muda itu memang ilegal, namun tidak pantas dibandingkan dengan kejahatan kemanusiaan Indonesia di West Papua yang melalui tindakannya itu Tyrone hendak meraih perhatian dunia.

Seperti diberitakan Tabloidjubi sebelumnya, Tyrone diketahui menerobos Kantor KJRI Melbourne dan tertangkap kamera menerobos KJRI Melbourne, naik ke atapnya dan membentangkan bendera Bintang Kejora, ditangkap di pinggiran kota Melbourne, Selasa (31/1) lalu.

Baca: KJRI Melbourne didatangi pemrotes pro West Papua, satu orang ditahan

Baca: Australia diduga ’terpaksa’ tahan Van Tonder saat aksi dukung West Papua di KBRI Canberra

Hal itu dikonfirmasi Polisi Federal Australia (AFP) seperti dilansir CNN Indonesia minggu lalu. "Pria tersebut didakwa dengan pelanggaran di area yang dilindungi, bertentangan dengan Pasal 20 dari Perlindungan Orang dan UU Properti 1971," bunyi keterangan tersebut.

Saat itu Tyrone sudah ditebus dengan jaminan sebesar AUS 700, namun pengadilannya tetap berlangsung Kamis.

Baca: Walau sempat ditangkap, penerobos KJRI Melbourne tidak kapok

Tampak hadir mendukung dan menunjukkan solidaritasnya pada Tyrone dan isu penentuan nasib sendiri West Papua antara lain wakil dari Ballarat Friends of West Papua, Maritime Union of Australia, West Papua Rent Collective, Australia West Papua Association, FRWP Office di Docklands, The Construction, Forestry, Mining and Energy Union (CFMEU), dan Ballarat and West Victoria Trades Hall.(*)

loading...

Sebelumnya

Dua organisasi gerakan mahasiswa Indonesia dukung pemerintah soal Freeport

Selanjutnya

Perluas 2400 Hektar di Merauke, Korindo dituding langgar moratorium

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe