Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Dunia
  3. Mantan Presiden IMF dipenjara karena “Kartu kredit hitam”
  • Jumat, 24 Februari 2017 — 13:35
  • 1421x views

Mantan Presiden IMF dipenjara karena “Kartu kredit hitam”

Para terdakwa, termasuk Rato dan mantan presiden Caja Madrid Miguel Blesa, yang dihukum enam tahun penjara, menggunakan kartu kredit hitam untuk berbelanja dengan nilai keseluruhan 15,5 juta euro atau sekitar Rp 218,9 miliar.  Mereka membeli  makanan mahal hingga minuman beralkohol dan pakaian bermerek.
Mantan presiden Dana Keuangan Internasional (IMF), Rodrigo Rato (memakai jas) dikawal sejumlah polisi (Jubi/BBC.com)
Syam Terrajana
syam@tabloidjubi.com
Editor : ANTARA

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Madrid, Jubi  - Mantan presiden Dana Keuangan Internasional (IMF), Rodrigo Rato,  dinyatakan bersalah menyelewengkan dana dan karena itu ia diganjar hukuman penjara selama empat setengah tahun, Kamis ( 23/2) waktu setempat .

Sosok yang pernah menjabat sebagai wakil perdana menteri serta menteri keuangan Spanyol itu merupakan salah satu dari 65 pejabat yang dinyatakan bersalah menggunakan "kartu kredit hitam". Kartu kredit tersebut diberikan saat mereka bekerja untuk bank tabungan Caja Madrid.

Caja Madrid bergabung dengan pihak-pihak lainnya untuk membentuk Bankia pada Desember 2010.

Rato merupakan presiden Bankia dari Desember 2010. Ia mengundurkan diri pada 2012. Tugasnya saat itu mengawasi pembukaan perdagangan kontroversial Bursa Efek Madrid. Rato mundur setelah  terungkap bahwa bank tersebut memerlukan bantuan  sebesar miliaran euro dari pemerintah.

Persidangan menyangkut kartu kredit hitam dimulai setelah para pejabat Caja Madrid dan Bankia diketahui mendapat kartu kredit, yang memungkinkan mereka menarik dana dari Caja Madrid dan kemudian Bankia. Uang yang ditarik tidak muncul dalam dokumen apa pun, juga tidak dilaporkan dalam laporan pajak.

Para terdakwa, termasuk Rato dan mantan presiden Caja Madrid Miguel Blesa, yang dihukum enam tahun penjara, menggunakan kartu kredit hitam untuk berbelanja dengan nilai keseluruhan 15,5 juta euro (sekitar Rp 218,9 miliar). 
Mereka membeli  makanan mahal hingga minuman beralkohol dan pakaian bermerek.

Rato sebelumnya bersikeras, bahwa kartu itu bebas digunakan. Kasus tersebut mengundang kemarahan publik di Spanyol karena dana begitu banyak digunakan setelah krisis ekonomi mulai muncul. 

Blesa diketahui telah membelanjakan 436.688 euro dari kartunya sementara Rato berbelanja 99.054 euro dalam waktu dua tahun saja.(*)

#

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Gerakan anti diskriminasi diluncurkan di Macedonia

Selanjutnya

44 tahun menunggu, akhirnya warga penghuni pulau ini miliki kode pos sendiri

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe