Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Meepago
  3. Waine: Soal aduan ke MK, Panwaslih Dogiyai tak keluarkan rekomendasi
  • Jumat, 24 Februari 2017 — 14:54
  • 2112x views

Waine: Soal aduan ke MK, Panwaslih Dogiyai tak keluarkan rekomendasi

“Kami minta rekomendasi ini sejak Selasa, sebelum pleno KPU digelar,” ujarnya. “Kami minta rekomendasi ini sejak Selasa, sebelum pleno KPU digelar,” ujarnya.
Cabup Dogiyai nomor 4, Markus Waine (kiri) bersama ketua tim pemenangan, Anton Anouw ketika menunjukkan pemalsuan tanda tangan di tingkat KPPS di kampung Unito, Piyaiye – Jubi/Abeth You.
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Galuwo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Paniai, Jubi – Salah satu Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Dogiyai, Markus Waine dan Angkian Goo mengaku sangat kecewa lantaran Panwaslih setempat, tidak memberikan rekomendasi untuk mengadukan keberatan atau persoalan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Hari ini terakhir bagi kami Paslon yang keberatan, untuk mengajukan permohonan pendaftaran di MK. Tetapi, nyatanya Panwas Dogiyai hingga kini masih berbelit-belit, dan belum keluarkan rekomendasi,” kata Markus Waine kepada Jubi, Jumat, (23/2/2017).

Menurut Waine, pihaknya meminta rekomendasi tersebut sejak Selasa (21/2), namun pihak Panwas selalu tidak berada di kantor.

“Kami minta rekomendasi ini sejak Selasa, sebelum pleno KPU digelar,” ujarnya. “Kami minta rekomendasi ini sejak Selasa, sebelum pleno KPU digelar,” ujarnya.

Padahal menurutnya, pengaduan keberatan ke MK itu hak mereka yang harus ada rekomendasi Panwas. Sementara batas waktu pendaftaran hanya sampai pukul 12 malam, hari ini.

"Jadi, besok sudah tutup pendaftaran pengaduan keberatan ke MK,” kata dia.

Walaupun tak diberikan rekomendasi, pihaknya akan melaporkan berbagai persoalan yang terjadi di lapangan ketika proses pencoblosan berlangsung, ke Bawaslu Republik Indonesia.

“Meski mereka tidak berikan rekomendasi kepada kami untuk ajukan berbagai persoalan ke MK, kami akan sampaikan ke Bawaslu Pusat. Karena berbagai bukti di lapangan datanya sudah kami siapkan,” ucapnya.

Ketua tim pemenangan, Anton Anouw menuding, cara kerja Panwaslih justru memancing terjadinya konflik di Dogiyai, sehingga kinerja pihak pengawas ini dipertanyakan.

“Panwaslih Dogiyai secara langsung dan meyakinkan telah melanggar kode etik dan menanamkan benih konflik di kabupaten Dogiyai,” jelas Anouw.

Paslon lainnya, Antoh Iyowau juga mengaku, hingga saat ini masih menunggu pihak Panwas untuk mengeluarkan rekomendasi sebagai jembatan.

“Kami masih belum diberikan rekomendasi. Sudah tiga hari kami urus. Jadi, sampai saat ini kami ada di kantor Panwas dan masih menunggu,” ujar Iyowau, yang diketahui berpasangan dengan Yanuarius Tigi.

Terpisah, Ketua Panwaslih Dogiyai, Hengky Wakey, yang berusaha dikonfirmasi Jubi, hingga berita ini diturunkan, ponselnya tidak aktif. Upaya konfirmasi masih akan dilakukan. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemkab Dogiyai: Pilkada berjalan aman

Selanjutnya

Tiga Paslon sepakat tidak ikut pleno, alasannya?

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe