Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Soal sponsor, Persipura sabar menunggu jawaban Freeport
  • Jumat, 24 Februari 2017 — 18:44
  • 1205x views

Soal sponsor, Persipura sabar menunggu jawaban Freeport

Setelah tersingkir dari Piala Presiden 2017, Persipura belum bisa melakukan persiapan jelang kompetisi terbesar Indonesia ini. Tim Mutiara Hitam saat ini sedang diliburkan.
Persipura masih menunggu jawaban Freeport sebagai sponsor. Tampak tim Mutiara Hitam saat mengawali latihan perdana di Stadion Mandala – Jubi/Jean Bisay.
Andreas Weleurat
andreasweleurat@gmail.com
Editor : Jean Bisay

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Tim kebanggaan masyarakat Papua Persipura Jayapura sampai saat ini masih menunggu jawaban pasti soal dukungan sponsor dari PT Frooport Indonesia guna mengarungi kompetisi Liga 1.

Setelah tersingkir dari Piala Presiden 2017, Persipura belum bisa melakukan persiapan jelang kompetisi terbesar Indonesia ini. Tim Mutiara Hitam saat ini sedang diliburkan.

Begitu juga soal kontrak pemain serta gaji pemain. Persipura sendiri belum tentukan kapan kembali gelar TC. Bahkan manajemen saat menggelar rapat internal akan melepas sejumlah pemain.

Ketua umum Persipura Benhur Tomi Mano menyampaikan saat ini pihaknya hanya berpikir untuk mendapatkan sponsor seperti PT Freeport, PT Bank Papua, PT Pertamina dan Indofood guna mengarungi kompetisi Liga 1, karena untuk mengarungi sebuah kompetisi Persipura sedikitnya membutuhkan anggaran Rp30 miliar.

“Kami akan menyurat untuk ketiga kalinya ke PT Freeport untuk menjadi sponsor utama Persipura di kompetisi mendatang, semoga mendapatkan jawaban secepatnya karena untuk mencetak jersey  kami butuh kepastian dari sponsor untuk memasang nama sponsor tersebut di jersey Persipura,” kata ketua umum Persipura Benhur Tommi Mano.

Media officer Persipura Bento Madubun menambahkan sampai saat ini Persipura masih menunggu kepastian kerja sama Freeport dengan Persipura.

"Kami paham sedang ada masalah internal yang harus diselesaikan oleh PT Freeport Indonesia. Tapi kami juga butuh jawaban pasti mengenai jadi tidaknya Freeport bekerja sama dengan kami. Masalahnya waktu pelaksanaan liga 1 2017 sudah dekat dan kami perlu injeksi dana sponsor yang cukup besar," ungkap Persipura Bento Madubun.

Tidak bisa dipungkiri Persipura selalu tergantung pada PT Freeport Indonesia sebagai sponsor utama. Kisruh antara pemerintah Indonesia dengan Freeport sudah pasti membuat tim Mutiara Hitam semakin pusing dengan dukungan sponsor.

Sekarang waktunya bagi tim Mutiara Hitam agar tidak tergantung pada perusahaan tambang tersebut. Untuk mencegah terjadinya kekurangan dana, saat ini manajemen sedang berdiskusi dengan dua perusahaan lain.

Ini menjadi jalan bagi Persipura jika Freeport tidak memberikan dukungan bagi Persipura untuk mengarungi kompetisi liga 1.

Terpisah, ketua Perhimpunan Ahli Ilmu Faal Olahraga Indonesia (PAIFORI) Papua, Daniel Womsiwor mengatakan menunggu sponsor bukan hal baru bagi tim Persipura, maka pemain lokal jangan sampai menunggu sponsor ada dulu baru Latihan.

"Pelatih dan pemain asing boleh tidak aktif, itu tidak soal. tapi untuk bapak Metu dan seluruh pemain lokal Papua agar tetap jalani latihan seperti biasa, karena Liga resmi sudah di depan mata, maka jangan tunggu sponsor. Guru-guru di Papua belum terima uang lauk pauk saja tetap mengajar. jadi Pa Metu sebagai pelatih harus latihan jalan," demikian tegas Daniel Womsiwor. (*)

loading...

Sebelumnya

NPC Papua dapat bantuan bus dari Pemprov

Selanjutnya

Wilson Samonsabra nahkodai Persipura Mania

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe