Konferensi Luar Biasa
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Advertorial
  3. TP PKK gandeng STT Walter Post dan STT GKI I.S Kijne berdayakan orang Papua
  • Jumat, 24 Februari 2017 — 18:52
  • 1626x views

TP PKK gandeng STT Walter Post dan STT GKI I.S Kijne berdayakan orang Papua

“TP PKK provinsi Papua sudah lakukan kerja sama dengan STT Walter Post, STT GKI Is Kijne, STT Baptis, GIDI dan dari Katolik serta lembaga Muslim akan menyusul dan Uncen, khusunya pada lembaga LPMP," katanya.
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Papua Ibu Yulce W Enembe – Jubi/Yance Wenda.
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Jean Bisay

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sentani, Jubi – Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Papua menggandeng STT Walter Post dan STT GKI I.S Kijne dalam rangka pemberdayaan keluarga dan masyarakat asli di Tanah Papua.

Pemberdayaan keluarga dan masyarakat Papua itu dilaksanakan dalam seminar sehari bertajuk gerakan Praktek Kerja Kelompok (PKK) yang berlangsung, Kamis (23/2/2017) di kampus STT Walter Post, Sentani dan Jumat (24/2/2017) di kampus STT GKI I.S Kijne, Abepura.

Wakil ketua IV Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Papua Moses Belau SH M.Kes kepada Jubi di Sentani, Kamis (23/2/2017) menyampaikan, program ini adalah satu terobosan yang dilakukan ibu Yulce W Enembe, selaku ketua tim pengerak (TP) PKK provinsi Papua.

Moses Belau menilai bahwa gerakan PKK ini, merupakan gerakan kemanusiaan. Pokok-pokok pemikiran yang sudah  disampaikan dalam seminar, tidak bisa dilakukan sendiri tapi perlu dukungan semua elemen masyarakat.

“TP PKK provinsi Papua sudah lakukan kerja sama dengan STT Walter Post, STT GKI Is Kijne, STT Baptis, GIDI dan dari Katolik serta lembaga Muslim akan menyusul dan Uncen, khusunya pada lembaga LPMP," katanya.

Moses menambahkan, perlu ada kerja sama untuk meningkatkan generasi muda Papua dan generasi penerus Gereja dapat diselamatkan melalui gerakan bersama ini.

“Ibu ketua lihat di gereja 'kan sudah ada kelompok Perkawan, kelompok pemuda, kelompok sekolah minggu dan ibu-ibu. Bagaimana ini dikolabarasikan, sehingga generasi muda, generasi gereja diselamatkan melalui gerakan ini,” ujarnya.

Moses bilang harapan ibu gubernur dengan melibatkan mahasiswa dan dosen, supaya saat melakukan KKN dan PKL itu bisa membantu menerapkannya.

“Waktu kuliah kerja nyata (KKN) dan praktek kerja lapangan (PKL) itu bisa melakukan pembinaan PKK. Dimana gerakan PKK mengenai pendidikan, kesehatan, masalah iman dan bagaimana halaman rumah itu bisa dimanfaatkan tanam  sayur-mayur hal ini boleh dilaksanakan selama  mahasiswa berada di lapangan,” bebernya.

Moses Belau mencontohkan saat ini banyak orang asli Papua (OAP) makan supermi mentah tanpa dimasak. Ayam potong dan roti-roti yang dijual instan.

Sementara mama-mama Papua yang berjualan kasbi, keladi, ikan dari danau Sentani, orang anggap itu makanan kuno. Padahal itu makanan lokal yang  gizinya luar biasa.

“Kalau makanan itu tidak bergizi, kenapa ada gubernur pak Lukas Enembe, ia to. Kenapa ada gubernur-gubernur Papua yang pintar-pintar,” ucapnya.

Ketua SST Walter Post Jayapura  Dr. Mazmur Asso  mengatakan lewat kerjasama yang sudah terjalin sehingga TP PKK provinsi Papua bisa hadir di kampus mereka.

“Tujuan kami datangkan TP PKK agar program mereka bisa tersampaikan lewat mahasiswa yang nanti turun lapangan melakukan pelayanan ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

Mazmur Asso atas nama manajemen STT Walter Post menyampaikan banyak terima kasih terkait bantuan yang diberikan berupa bahan makanan serta sejumlah alat elektronik.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Provinsi, ibu gubernur, ibu kepala dinas, ibu pembina PKK yang sudah sumbang bahan makanan untuk mahasiswa STT Walter Post,” ucapnya.

Terpisah Ketua Prodi STT GKI I.S Kijne, Pdt Dr Marta Maria Muspakri mengatakan mengapresiasi dan berterima kasih dengan kehadiran tim pengerak PKK provinsi Papua. Kami banyak mendapatkan materi-materi terkait dengan program PKK.

“Ada banyak kegiatan-kegiatan PKK yang bisa kita kerja bersama mahasiswa terkait dengan pelayanan yang akan mereka lakukan,” ujarnya.

Mahasiswa mereka akan dilepas untuk melaksanakan KKN di beberapa daerah selama empat bulan.

"Sebanyak 74 orang mahasiswa akan kami  lepas pada, (Sabtu 25/2/2017) ke enam lokasi KKN yaitu, ke Klasis Sarmi Timur, Klasis Bonggo, Nimbokrang, Sentani Barat Moi, Sentani dan Klasis Keerom," kata Marta kepada Jubi Jumat (24/2/2017).

Maria Muspakri sampaikan sebagai pendeta tidak hanya bertugas memberitakan firman Tuhan, terkait pekerjaan gereja saja, tapi jemaat yang adalah warga gereja itu ikut menjadi tanggung jawab mereka untuk membangun serta meningkatkan kesejahteraan mereka.

Selain memberikan materi kepada mahasiswa, TP  PKK provinsi Papua memberikan bantuan bahan makan dan tiga laptop merek lenovo serta buku program pengembangan PKK.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada tim pengerak PKK provinsi Papua,  yang sudah memberikan bantuan, semoga mahsiswa kami juga diberi tanggung jawab untuk menolong masyarakat Papua, membuka kebun rumah tangga dan kebun kelompok," demikian ucap Marta Maria Muspakri. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

234 TPS ilegal, pleno KPUD Jayapura terancam batal

Selanjutnya

Terbukti ada pelanggaran, 17 distrik di Jayapura PSU

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe