Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Kosapa gelar nobar tentang pendidikan di Papua
  • Jumat, 24 Februari 2017 — 19:02
  • 1079x views

Kosapa gelar nobar tentang pendidikan di Papua

Pemutaran film dengan tema “Pendidikan di Papua Siapa yang Punya?” ini juga diinisasi dalam rangka merefleksikan hari ulang tahun ke-4 Gerakan Papua Mengajar (GPM).
Situasi nobar pemutaran film tentang pendidikan di Papua yang digelar Kosapa – Jubi/Hengky Yeimo.
Hengky Yeimo
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Komunitas Sastra Papua (Kosapa) menggelar nonton bareng (nobar) dan pemutaran film tentang kondisi pendidikan di tanah Papua.

Pemutaran film dengan tema “Pendidikan di Papua Siapa yang Punya?” ini juga diinisasi dalam rangka merefleksikan hari ulang tahun ke-4 Gerakan Papua Mengajar (GPM).

Salah satu penonton, Ferdinand Petege mengatakan umumnya situasi pendidikan di Papua sama. Namun dalam menangani masalah pendidikan dikembalikan pada tiap daerah masing-masing.

“Setiap daerah berbeda-beda pandangan dan budaya, sehingga cara menangani masalah pendidikan juga berbeda-beda, tergantung bagaimana mereka masuk melakukan pendekatan dan mengajarinya,” kata Ferdinand kepada Jubi di Jayapura, Jumat (24/2/2017).

Ferdinand mengatakan, untuk mengatasi masalah pendidikan dan memberantas buta aksara, dimunculkan melalui GPM dan komunitas belajar di daerah-daerah di Tanah Papua.

Koordinator Gerakan Papua Mengajat, Agustinus Kadepa mengatakan, dalam refleksi itu pihaknya menemukan hal yang sama. Gerakan-gerakan mengajar harus dibangun. Anak anak muda Papua juga harus mengambil peran dalam membangun pendidikan di tanah ini.

“Kita tidak usah merenung masalah pendidikan. Namun sekarang dari masalah itu kita berpikir apa yang kita buat,” kata Agus.

Agus mengatakan, saatnya anak-anak muda masuk ke sekolah formal, menemukan titik fokus atau solusi untuk pendidikan di tanah ini.

“Pendidikan tidak hanya sukses dalam pendidikan formal saja, tetapi juga pendidikan nonformal,” kata lulusan Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cenderawasih ini.

Anggota Komunitas Guru-Guru Muda Pinggiran Danau Sentani, Imelda Kopew menilai masalah pendidikan di Papua merupakan masalah serius. Oleh karena itu, generasi muda hendaknya tidak boleh tinggal diam.

“Persoalan pendidikan di Papua hari ini bukan masalah tanggung jawab guru. Sebab kita tidak bisa hanya berharap dari guru,” katanya.

“Kitorang harus bersatu, anak-anak muda untuk membangun pendidikan di Papua. Tidak bisa GPM jalan sendiri kemudian komunitas pendidikan jalan sendiri. Karena kalau demikian pendidikan di Papua jalan di tempat,” lanjutnya. (*)

loading...

Sebelumnya

SMA N 1 diserang siswa SMK N 1 Jayapura

Selanjutnya

KKR tandai resminya Gereja PBHC menginjil di Indonesia

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe