PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Lapago
  3. Tim BRIPAS mengadukan dugaan kecurangan ke Bawaslu Papua
  • Senin, 27 Februari 2017 — 18:44
  • 705x views

Tim BRIPAS mengadukan dugaan kecurangan ke Bawaslu Papua

"Ini berkaitan dengan salah satu anggota KPUD Lanny Jaya (inisial) TY. Di lapangan dia mengatur TPS yang ada di kampungnya untuk memenangkan kandidat tertentu," ujarnya.
Pendukung BRIPAS ketika mendatangi Kantor Bawaslu Papua - Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Tim pasangan calon kepala daerah/wakil kepala daerah Kabupaten Lanny Jaya nomor urut 1, Briur Wenda-Paulus Kogoya (BRIPAS) mengadukan berbagai dugaan kecurangan ketika pelaksanaan Pilkada di wilayah, 15 Februari 2017 ke Bawaslu Papua di Jalan Berdikari No 2, Taman Imbi, Kota Jayapura, Senin (27/2/2017).

Ketua Tim BRIPAS, Dalius Wanimbo ketika bertemu komisioner Bawaslu Papua, Yakop Paisei bersama beberapa staf Bawaslu Papua menyampaikan beberapa dugaan kecurangan diantaranya money politik, keterlibatan Aparatur Sipil Negera (ASN) dan intervensi kepala kampung untuk memenangkan pasangan kandidat tertentu.

"Kami sudah melapor kepada Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) mengenai masalah pidana. Mengenai pelanggaran administrasinya, Selasa (28/2/2017) kami akan lengkapi bukti-buktinya," kata Dalius Wanimbo.

Menurutnya, pada 25 Februari 2017, pihaknya telah menyerahkan bukti-bukti pelanggaran pidana kepada Gakkumdu. Namun, saat itu, kantor Gakkumdu tutup, sehingga bukti-bukti tersebut dibawa ke Bawaslu Papua.

"Ini berkaitan dengan salah satu anggota KPUD Lanny Jaya (inisial) TY. Di lapangan dia mengatur TPS yang ada di kampungnya untuk memenangkan kandidat tertentu," ujarnya.

Menanggapi itu, Komisioner Bawaslu Papua, Yakop Paisei mengatakan, jika ada pelanggaran silahkan dilaporkan sesuai jalurnya. Misalnya laporan pelanggatan kode etik untuk penyelenggara yang keluar dari aturan, ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

"Silahkan laporkan sesuai jalur disertai bukti-bukti. Laporan dan bukti harap segera diberikan. Jangan sampai laporannya kadaluarsa. Kalau masa waktunya sudah lewat, tidak bisa lagi diproses. Ada batasan sesuai undang-undang," kata Yakop.

Katanya, semua laporan dan pengaduan kembali kepada pembuktian nantinya. Akan dilihat apakah bukti-bukti yang diberikan memenuhi syarat atau tidak. (*)

Sebelumnya

Pemda Jayawijaya dituntut terapkan Perda Pembatasan Ojek

Selanjutnya

Pemerintah Yahukimo akan resmikan cabang Bank Papua di Kurima

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua