Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Bomberai
  3. Orangtua murid di Kaimana protes program matrikulasi
  • Senin, 26 September 2016 — 17:42
  • 916x views

Orangtua murid di Kaimana protes program matrikulasi

Matrikulasi merupakan kebijakan Kepala Dinas Pendidikan Kaimana untuk anak asli delapan suku asli di Kaimana untuk melanjutkan pendidikan di SMA. Program ini bersumber dari dana alokasi khusus pada dokumen pelaksanaan anggaran dinas pendidikan tahun anggaran 2016 senilai Rp 3 miliar lebih.
Ilustrasi anak-anak sekolah dasar mengikuti pelajaran dengan perlengkapan sekolah seadanya di Wondama, Papua Barat - Jubi/Tempo.co
Niko MB
ness@tabloidjubi.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Kaimana, Jubi – Sejumlah orangtua murid, baik SD maupun SMP memerotes program matrikulasi di Kabupaten Kaimana, Papua Barat karena dinilai tak melibatkan anak-anak mereka.

Program matrikulasi dinilai diskriminatif, padahal dana yang dikucurkan berasal dari dana otonomi khusus (otsus) Papua Barat.

“Dana otsus ini kan diperuntukkan bagi semua anak Papua. Kalau memang ini kebijakan dari dinas harus diinformasikan kepada sekolah-sekolah sehingga kami orangtua murid Papua yang lain bisa mengerti,” kata salah seorang perwakilan orangtua murid, Senin (26/9/2016).

Program matrikulasi sebelumnya dilaksanakan Dinas Pendidikan dengan melibatkan semua SD dan SMP. Namun sempat menjadi teguran keras oleh bupati Kaimana lantaran tolak ukurnya belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

Terpisah Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Menengah dan TK Dinas Pendidikan Kabupaten Kaimana, Silas Djarfi mengatakan program ini merupakan kegiatan yang kedua. Dasar pelaksanaanya pun sesuai SK kepala dinas pendidikan.

Matrikulasi merupakan kebijakan Kepala Dinas Pendidikan Kaimana untuk anak asli delapan suku di Kaimana. Program ini dilakukan untuk mendorong anak-anak asli Kaimana delapan suku itu ketika melanjutkan ke SMA.

“Dengan nilai tambahan yang ada mereka bisa memilik jurusan IPA dan ketika mereka bisa lulus dari jurusan IPA,” katanya.

Ia melanjutkan siswa juga dapat mengambil program kedokteran dan program studi lainnya disertai SK kepala dinas pendidikan.

“Mungkin itu sedikit gambaranya,” katanya.

Program tersebut bersumber dari dana alokasi khusus pada dokumen pelaksanaan anggaran dinas pendidikan tahun anggaran 2016 senilai Rp 3 miliar lebih.

“Untuk SD itu 40 anak, dan kalau kurang, akan diambil dari anak-anak Papua yang lain, tetapi yang orangtuanya memang tidak mampu,” katanya.

Ia mengharapkan kebijakan pemerintah daerah/program matrikulasi yang digulirkan dapat menghasilkan sumberdaya manusia yang bermutu di kabupaten tersebut. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

PDIP dukung kepala suku Arfak tanpa syarat

Selanjutnya

Lapangan terbang tentara Belanda Ransiki layak dikembangkan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe