Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Puskesmas Yoka tidak bisa realisasi program rawat inap
  • Senin, 27 Februari 2017 — 19:02
  • 765x views

Puskesmas Yoka tidak bisa realisasi program rawat inap

“Programnya bagus, tanpa realisasi hal-hal yang mendukung program itu tentu tidak bisa, kita mau layani bisa saja, tetapi harus siap semua kebutuhan,” ungkapnya.
Ilustrasi Puskesmas - Jubi/Dok.
Benny Mawel
Editor : Syofiardi
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Pimpinan Puskesmas Kampung Yoka tidak bisa merealisasikan program layanan rawat inap yang dicanangkan Pemerintah Kota Jayapura di puskesmas tersebut.

“Program itu sejak rumah sakit ini berdiri 2010 ada, tetapi tidak berjalan,”ungkap Mina Yamalia Wanma, kepala Puskesmas Kampung Yoka kepada Jubi di ruang kerjanya, Senin (27/02/2017).

Sebab, katanya, puskesmas tersebut belum memenuhi syarat layani pasien rawat inap.
 
“Programnya bagus, tanpa realisasi hal-hal yang mendukung program itu tentu tidak bisa, kita mau layani bisa saja, tetapi harus siap semua kebutuhan,” ungkapnya.
 
Kebutuhan yang ia maksud adalah kekurangan tenaga media, dapur, tempat
pegolahan limbah rumah sakit, air bersih, dan keamanan wilayah.

“Sejumlah kebutuhan itu sebagian ada, tempat tidur ada 20, namun air bersih dan tenaga dokter belum ada,” ujarnya

Dengan perlengkapan yang ada, lanjutnya, pengelola hanya bisa melayani. Namun tanpa perlengkapan pendukung, itu tidak untuk menyelamatkan orang namun menyiksa orang.

“Misalnya air bersih belum ada, sementara itu kebutuhan utama, kalau mau jalankan pemerintah juga perhatikan DPA supaya jelas, kebutuhan makan minum, dan dokter yang layani malam,” katanya.

Kepala kampung Yoka, Antonius Meberi mengatakan, program itu sebenarnya
sangat membantu warganya. Hanya sangat disayangkan tidak bisa berjalan.

Gara-gara tidak jalan, kata Membri, warganya harus melarikan keluarga yang sakit baik akibat kecelakaan maupun kebutuhan bersalin ke Rumah Sakit Abepura.

“Warga harus keluarkan uang lebih, mulai bayar ojek ke jalan raya dan naik taksi ke rumah sakit pergi-pulang, sementara pemenuhan kebutuhan menjadi masalah lain,” ungkapnya.

Dia sangat berharap pemerintah kota bersama pegelola puskesmas merealisasi program rawat-inap tersebut. Dengan harapan, masyarakat bisa menikmati pelayanan dengan fasilitas dan program yang ada di wilayah kampung. (*)

loading...

Sebelumnya

Terdata 60 kasus kaki gajah di Kota Jayapura

Selanjutnya

Sekolah berpola asrama, solusi dorong pendidikan anak Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe