Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Napi sering kabur, Mandenas minta investigasi di Lapas Abepura
  • Selasa, 28 Februari 2017 — 08:21
  • 580x views

Napi sering kabur, Mandenas minta investigasi di Lapas Abepura

"Selain itu kesejahteraan petugas lapas perlu perhatian. Kalau kesejahteraan sudah memadai, tentu petugas lapas akan berupaya maksimal melaksanakan tugas," katanya.
Ilustrasi Lapas Abepura - Dok. Jubi.
Arjuna Pademme
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Ketua Fraksi Hanura DPR Papua, Yan Permenas Mandenas meminta Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Abepura perlu mengevaluasi dan menginvestigasi untuk mengetahui masalah di lapas itu hingga seringnya narapidana (napi) kabur dari lapas tersebut.

Ia mengatakan, bukan sekali dua kali napi kabur dari lapas tersebut. Hampir setiap tahun ada warga binaan lapas yang kabur. Ini mengindikasikan ada sesuatu yang tidak beres di Lapas Klas II A Abepura.

"Patut dipertanyakan ada apa. Bisa saja sistem pengamanan lapas tidak maksimal. Perlu dievaluasi dan dilakukan investigasi terhadap masalah di Lapas Abepura. Apalagi belum lama ini, ada enam warga binaan Lapas yang kabur," kata Mandenas via teleponnya, Senin (27/2/2017).

Evaluasi dan investigasi diperlukan agar diketahui hal itu terjadi karena kelalaian petugas, sistem pengamanan yang tidak maksimal, fasilitas pendukung yang tidak memadai atau ada penyebab lain.

"Kalau semua pihak terkait benar-benar serius, tentu akan ada solusinya. Apa yang perlu dibehani untuk meminimalisir kemungkinan kaburnya warga binaan lapas," ujarnya.

Mandenas tak sependapat jika kekurangan personil selalu dijadikan alasan penyebab kaburnya narapidana. Katanya, hal serupa sudah sering terjadi. Harusnya ada langkah antisipasi untuk mencegah kejadian serupa terjadi kembali.

"Selain itu kesejahteraan petugas lapas perlu perhatian. Kalau kesejahteraan sudah memadai, tentu petugas lapas akan berupaya maksimal melaksanakan tugas," katanya.

Minggu (19/2/2017) lalu, enam orang napi kabur dari Lapas Klas IIA Abepura, Kota Jayapura, Papua. Diduga kaburnya napi lantaran petugas lapas kurang disiplin.

"Ada petugas kami yang nakal. Tak dipungkiri ada petugas kami yang sering melakukan hal-hal tak diinginkan ketika bertugas. Misalnya mabuk," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Papua, Sarlotha Merahabia sehari setelah kaburnya para napi. (*)

loading...

Sebelumnya

Legislator: Banyak masalah, sistem noken perlu dikaji

Selanjutnya

Timses tak ingin PSU Jayapura kembali diwarnai kecurangan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat