Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Timses tak ingin PSU Jayapura kembali diwarnai kecurangan
  • Selasa, 28 Februari 2017 — 08:28
  • 503x views

Timses tak ingin PSU Jayapura kembali diwarnai kecurangan

Frangklin Wahey, Ketua Pemuda Nusantara, organisasi kepemudaan yang mendukung pasangan nomor urut 1 YaZa mengatakan, penyelenggara, terutama di tingkat bawah harus netral. Anggota KPPS jangan berpihak kepada salah satu kandidat tertentu.
Ilustrasi Aktivitas di Salah Satu TPS di Kabupaten Jayapura pada Hari Pencoblosan, 15 Februari 2017 - Dok. Jubi.
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Tim sukses (timses) dua pasangan calon kepala daerah/wakil kepala daerah Kabupaten Jayapura, Yanni-Zadrak Afasedanya (YaZa) dan Jansen Monim-Abdul Rahman Sulaeman (JM-Rahman) tidak ingin kecurangan kembali terjadi saat Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada 236 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 17 distrik sesuai rekomendasi Panwasli kepada KPUD setempat.

Frangklin Wahey, Ketua Pemuda Nusantara, organisasi kepemudaan yang mendukung pasangan nomor urut 1 YaZa mengatakan, penyelenggara, terutama di tingkat bawah harus netral. Anggota KPPS jangan berpihak kepada salah satu kandidat tertentu.

"KPPS harus selalu berkoordinasi dengan KPU sebagai pimpinan dan penyelenggara tingkat atas. Saya mendapat informasi, 25 Februari 2017, sebanyak 24 ketua KPPS di Distrik Sentani berkumpul di salah satu hotel. Mereka bertemul kepala distrik. Ini ada apa," kata Frangklin Wahey, Senin (27/2/2017).

Ia khawatir ini berkaitan dengan PSU yang direkomendasikan Panwasli kepada KPUD Jayapura. Apalagi selama ini pihaknya menilai, masalah Pilkada Kabupaten Jayapura sudah terstruktur, tersistem dan masif.

"Kami juga berharap masyarakat ikut mengawasi jika nantinya dilakukan PSU. Jangan gampang diprovokasi oleh kepentingan sesaat yang bisa merusak tatanan demokrasi di Kabupaten Jayapura dalam lima tahun kedepan," ujarnya.

Hal serupa dikatakan Nelvis Ibo, ketua tim pasangan nomor urut 5 (JM-Rahman). Ia mengatakan, Pilkada Kabupaten Jayapura kali ini ditemukan sejumlah dugaan kecurangan. Mulai dari dugaan jual beli surat undangan pencoblosan, mobilisasi massa,  politik uang dan anggota KPPS ilegal yang tidak ada dalam SK KPUD.

"Proses Pilkada kali ini terburuk di tanah Papua, khususnya di Jayapura. Kami minta KPUD dan Panwas bekerjasama mengungkap dan menyelidiki siapa dalang dibalik berbagai dugaan kecurangan itu. Terutama adanya dugaan anggota PPS dan KPPS ilegal. Ini cara-cara yang licik," kata Nelvis.

Ia berharap, ketika PSU digelar, undangan pemilih atau form C6 yang diberikan kepada masyarakat harus asli. Sesuai aturan PKPU. Memiliki hologram, tanda tangan penyelenggara dan cap basah. Hal itu penting untuk meminimalisir kecurangan. (*)

Sebelumnya

Napi sering kabur, Mandenas minta investigasi di Lapas Abepura

Selanjutnya

Sebelum PSU, kecurangan Pilkada Jayapura harus diproses

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe