Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Luar biasa! Ternyata 50 persen miras di Kota Jayapura ilegal
  • Senin, 26 September 2016 — 18:12
  • 2774x views

Luar biasa! Ternyata 50 persen miras di Kota Jayapura ilegal

Ditemukan fakta bahwa hampir sebagian besar minol yang beredar ilegal, tidak berijin. Hampir 50 persen pangsa pasar itu dikuasi oleh ilegal-ilegal ini," ujarnya kepada wartawan, Senin (26/9/2019).
Razia minol di salah satu gudang milik distributor minol di kawasan Entrop, Kota Jayapura beberapa waktu lalu - Jubi/Sindung Sukoco
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Kota Jayapura Robert LN Awi menegaskan bahwa 50 persen minol (miras) yang beredar di Kota Jayapura statusnya ilegal. Pasalnya minol tersebut tak punya ijin resmi atau membayar pajak kepada pemerintah daerah Kota Jayapura seperti tertuang dalam SK yang ada.

"Kami pada Kamis kemarin, ada rapat teknis terpadu dengan SKPD, BPPTSP, Dispenda, Dinas Pariwisata, Satpol PP, Polres, difasilitasi oleh Sekda guna mengkaji perijinan di Kota Jayapura. Ditemukan fakta bahwa hampir sebagian besar minol yang beredar ilegal, tidak berijin. Hampir 50 persen pangsa pasar itu dikuasi oleh ilegal-ilegal ini," ujarnya kepada wartawan, Senin (26/9/2019).

Oleh sebab itu, pihaknya akan segera melaksanakan razia besar-besaran terhadap minol ilegal ini. Jadwalnya akan diatur kemudian bersama tim yang terdiri dari BPPTSP, Dispenda, Pol PP, Polri dan Disperindagkop.

"Ini yang akan kita laksanakan, pada bulan Oktober dan Desember dan Penjabat Walikota yang akan pimpin secara langsung. Jika barang-barang ilegal ditemukan akan kita sita dan kita cabut ijinnya," katanya.

Mengenai berapa jumlah secara keseluruhan pemberian kuota yang ada, Disperindagkop menegaskan sesuai dengan SK Wali Kota Jayapura  No 64 tahun 2015 subdistributor yang membayar pajak ke Dispenda Kota Jayapura ada tiga perusahaan seperti PT Surya Mandiri Jaya Utama dengan kuota sebanyak  922 ribu liter golongan A,  81 ribu liter golongan B, 266 ribu liter golongan C dan Perusahaan Rajawali Sakti Papua dengan kuota yang diberikan sebanyak 316 ribu liter golongan A,  88,1   ribu liter golongan B,  88, 414 ribu Liter golongan C serta CV Seman Makmur dengan jumlah kouta hanya untuk golongan C 43 ribu liter.

"Sekarang ini hanya yang masih aktif adalah PT Surya Mandiri Jaya Utama. Seman Mankmur tak beroperasi lagi dan Rajawali Sakti hanya bayar ketika mereka mendatangkan barangnya," ujar Awi.

Ia tak menyebut berapa distributor yang tak taat bayar pajak di Kota Jayapura tapi dirinya menyatakan bahwa disinyalir subdistributor ini punya ijin dari Kemendag saja tapi tak ijin di Kota Jayapura.

"Lainnya itu mereka sisip di kontainer," tambahnya.

Searing penjual minor di kawasan Entrop yang tak mau menyebutkan namanya, enggan menyebutkan dari mana dia mendapatkan minol yang dijualnya. Ia juga mengaku tidak tahu apakah distributor tempatnya itu adalah salas satu pembayar pajak atau ilegal. Meski demikian, ia setuju dengan razia yang akan dilakukan tersebut.

" Saya pikir tidak usah diungkaplah semua kan mencari makan. Jadi biar pmerintah yang ungkap semua itu," tegasnya singkat. (*)

 

Sebelumnya

Para siswa harus dilatih merajut noken di sekolah

Selanjutnya

Solpap pertanyakan proyek pasar mama-mama Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe