Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Program KB harus diterjemahkan pada kearifan lokal Papua
  • Rabu, 01 Maret 2017 — 10:19
  • 623x views

Program KB harus diterjemahkan pada kearifan lokal Papua

"Kita harus memberikan pemahaman lebih kepada masyarakat Papua, bukan hanya membatasi satu keluarga hanya memiliki dua anak, tetapi yang utama bagaimana mengatur jarak kehamilan antara anak pertama dan kedua serta selanjutnya," katanya.
Suasana Rakornis BKKBN bidang Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di salah satu hotel di Jayapura – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Kepala Badan Kependudukan dan Kaluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Papua, Charles Brabar mengatakan, penerapan program Keluarga Berencana (KB) di Provinsi Papua harus diterjemahkan ke dalam kearifan lokal Papua.

Hal ini dikatakannya saat rapat koordinasi BKKBN bidang Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di salah satu hotel di Jayapura, Selasa (28/2/2017).
 
"Kita harus memberikan pemahaman lebih kepada masyarakat Papua, bukan hanya membatasi satu keluarga hanya memiliki dua anak, tetapi yang utama bagaimana mengatur jarak kehamilan antara anak pertama dan kedua serta selanjutnya," katanya.
 
Untuk itu, Brabar berharap program KB bukan hanya tanggung jawab BKKBN, tetapi seluruh lapisan masyarakat.
 
"Kita harus tingkatkan peran pemangku kepentingan dan mitra kerja dalam mewujudkan kualitas manusia Indonesia, khususnya Papua yang memiliki karakter bangsa menuju Papua bangkit, mandiri, dan sejahtera," ujarnya.
 
Ditambahkan, Rakornis yang dihadiri 200 peserta diharapkan dapat mengimplementasikan dan bisa melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder di lima wilayah adat di Papua untuk bisa menterjemahkan visi dan misi gubernur Papua.
 
Program KKBPK, jelas Brabar, untuk kesehatan keluarga, bukan seperti tanggapan masyarakat umum bahwa KB membatasi masyarakat untuk memiliki anak lebih dari dua. Namun lebih kepada menguatkan keluarga terutama kepada ibu disaat mempersiapkan diri mulai dari pernikahan, hamil, hingga memiliki anak.
 
"Program ini lebih kepada bagaimana seorang ibu bisa mengatur jarak kehamilannya karena sudah banyak kasus terjadi adalah kematian ibu dan anak karena tidak mengetahui secara baik bagaimana seorang ibu menjaga kesehatannya," katanya.
 
Deputi Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Pusat Dwi Listia Wardani mengatakan, untuk mewujudkan program KB memang membutuhkan komitmen dari semua pihak, baik pemerintah provinsi, kota, maupun kabupaten. (*)

loading...

Sebelumnya

FT Uncen akan gelar temu mahasiswa Teknik Sipil se-Indonesia

Selanjutnya

Pemkab Mamberamo akan bangun sekolah unggulan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe