Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Kadisdikbud minta sekolah stop studi banding
  • Rabu, 01 Maret 2017 — 10:23
  • 562x views

Kadisdikbud minta sekolah stop studi banding

"Saya sampaikan stop studi banding jika setiap sekolah yang melakukan tidak ada hasil kepada sekolahnya, bukan sekedar jalan- jalan saja,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura I Wayan Mudiyasa sedang menerima tamu di ruang kerjanya –Jubi/Hengky Yeimo.
Hengky Yeimo
yeimohengky@gmail.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud ) Kota Jayapura I Wayan Mudiyasa meminta sekolah stop studi banding (benchmark) jika tidak memberikan hasil positif . Apalagi hasilnya tidak membawa perubahan bagi sekolah bersangkutan.
 
Hal itu dikatakan Wayan setelah melihat semakin banyak sekolah yang meminta izin kepadanya untuk studi banding.
 
"Saya sampaikan stop studi banding jika setiap sekolah yang melakukan tidak ada hasil kepada sekolahnya,  bukan sekedar jalan- jalan saja,” katanya.
 
Jika SD, SMP, SMA atau SMK melakukan benchmark tetapi tidak ada perubahan, tambahnya, akan rugi waktu, biaya, dan peserta didik juga dirugikan.
 
"Jika sekolah yang melakukam studi banding dan balik ada perubahan, saya apresiasi, tetapi tidak ada perubahan itu berarti tong kosong nyaring bunyinya," lanjutnya.
 
Wayan mengatakan,  sekolah yang berangkat keluar daerah harus ada program yang didapatkan, sehingga dapat dikembangkan di Jayapura. Sebab tujuan studi banding adalah mencari hal yang baru dan menerapkannya di sekolah dan jika ada keberhasilan itu merupakan  keberhasilan studi banding.
 
Untuk itu ia mengharapkan adanya komitmen setiap kepala sekolah untuk perubahan di sekolahnya masing-masing.
 
"Saya mencintai perubahan, baik lembaga pendidikan dan lembaga lain untuk peningkatan organisasi, tetapi dengan catatan harus menerapkan apa yang didapat," ujarnya.
 
Koordinator Gerakan Papua Mengajar Agustinus Kadepa mengatakan, jika berbicara mengenai studi banding itu sangat penting bagi seorang guru dalam meningkatkan kualitasnya.

"Yang menjadi masalah adalah ketika guru itu mengajar namun membawa hasil yang kosong, ini yang kami sesalkan, sebab wajib hukumnya guru yang mengikuti kegiatan itu mentransfer kepada guru lainnya," katanya.
 
Namun selama ini, kata Agustinus, ia mengamati guru-guru hanya ikut kegiatan. Yang penting berangkat dan tidak membawa hasil yang signifikan pada dunia pendidikan. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemkab Mamberamo akan bangun sekolah unggulan

Selanjutnya

Hampir semua sekolah Katolik di Jayapura terakreditasi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe