Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Otonomi
  3. Gubernur klaim angka buta aksara di Papua menurun
  • Rabu, 01 Maret 2017 — 21:13
  • 615x views

Gubernur klaim angka buta aksara di Papua menurun

"Sebelumnya pada 2010 angka buta aksara di Papua sebanyak 633.080 jiwa, dan 2015 jumlah tersebut berkurang menjadi 584.441," kata Lukas Enembe kepada wartawan, di Jayapura belum lama ini.
Gubenur Papua Lukas Enembe - Jubi Dok
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Gubernur Papua Lukas Enembe mengklaim, angka buta aksara berdasarkan usia 15-59 tahun mulai bertahap menurun, walaupun secara perlahan bisa dilihat angka harapan lama sekolah (HLS) 2015 ke bawah masih rendah.

"Sebelumnya pada 2010 angka buta aksara di Papua sebanyak 633.080 jiwa, dan 2015 jumlah tersebut berkurang menjadi 584.441," kata Lukas Enembe kepada wartawan, di Jayapura belum lama ini.

Menanggapi itu, ujar ia, di era kepemimpinan dirinya bersama Klemen Tinal selaku Wakil Gubernur Papua terus berupaya menggenjot Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui penuntasan angka buta aksara.

"Hal ini tidak mungkin kami sendiri yang bekerja, butuh dukungan dari kabupaten dan kota, karena akumulasi IPM berasal dari kabupaten dan kota," ucapnya.

Ia menjelaskan, HLS dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) merupakan penentu dari IPM dari bidang pendidikan, selain harapan hidup, melek huruf dan standar hidup.

"Kalau untuk Papua, beberapa daerah seperti Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Biak Numfor dan Supiori IPMnya tinggi, tetapi karena kabupaten lainnya rendah maka IPM Papua rendah dan bertahan di angka 56,75," katanya.

Ia katakan, pihaknya berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua agar memiliki daya saing tinggi. Untuk itu, hal ini juga harus menjadi perhatian pemerintah kabupaten/kota mengingat SDM sangat penting.

"Untuk meningkatkan mutu SDM, Pemerintah provinsi telah melakukan berbagai langkah strategis seperti pengiriman anak-anak Papua untuk belajar di luar negeri maupun diluar Papua. Selain itu, juga bekerjasama dengan Uncen dalam rangka tugas belajar yang dikelola badan diklat," katanya.

Selain itu, pengiriman anak-anak Papua ke institut pertanahan di Jakarta dan pengiriman anak-anak Papua ke sekolah akuntansi.

"Ini menjadi prioritas kami juga, jadi semua tingkatan pendidikan menjadi prioritas bagi pemerintah provinsi Papua.
Saya harap semua anak-anak Papua yang dikirim bisa mengikuti pendidikan pada semua jenjang pendidikan dengan baik," tutupnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kabiro PPKLN Papua geram namanya dicatut untuk penipuan

Selanjutnya

Pemprov Papua sambut baik hadirnya LBH APIK Jayapura

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe