Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. ‘Pade Gorengan’ seharian beromzet hingga Rp800 ribu
  • Rabu, 01 Maret 2017 — 21:20
  • 841x views

‘Pade Gorengan’ seharian beromzet hingga Rp800 ribu

Narto membuka usaha di Perumnas 3 samping Gereja Pentakosta, Kelurahan Yabansai, Kota Jayapura. Ia membuka usaha gorengan sejak 1993.
Beberapa mahasiswa Universitas Cenderawasih sedang membeli gorengan Narto di Perumnas 3 Uncen, Rabu (01/2/2017) - Jubi/ Hengky Yeimo.
Hengky Yeimo
yeimohengky@gmail.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Penjualan gorengan Pade Narto yang dikenal sebagai "Pade Gorengan" sehari bisa beromzet Rp700 ribu hingga Rp800 ribu. Dari omzet sebanyak itu, pria 52 tersebut mengaku hanya berpenghasilan Rp1 juta sebulan.
 
Narto membuka usaha di Perumnas 3 samping Gereja Pentakosta, Kelurahan Yabansai, Kota Jayapura. Ia membuka usaha gorengan sejak 1993.
 
“Saya datang dari Solo ke Papua sudah 22 tahun, fokus berjualan gorengan, seharian berjualan pisang goreng, tahu isi, tempe goreng, dan petatas goreng,” ujarnya kepada Jubi, Rabu (1/2/2016).  
 
Seperti usaha lainnya, pemasukan tergantung banyaknya pembeli dan kompatitor. Ia berkisah, pada 1990-an hingga 2000-an penjual gorengan masih sedikit, sehingga pendapatan lebih banyak.
 
“Berbeda dengan sekarang, banyak yang menjual gorengan sehingga pendapatan juga berkurang," katanya.
 
Pada 1990-an itu, jelas Narto, harga satu gorengan hanya Rp500. Memasuki 2000 harga naik menjadi Rp1.000, dan pada 2016 baru naik menjadi Rp1.500.
 
"Untuk bahan baku seperti pisang, tahu, petatas, saya berlangganan degan penjualnya, Cuma setiap pagi saya ke pasar untuk mencari pisang, buncis, rica bawang, dan lainnya," katanya.    
 
Pembeli gorengan Narto yang buka dari pukul 6 pagi hingga pukul 1 siang ini, cukup banyak, umumnya mahasiswa. Namun ada juga langganan yang bisa diantarkan ke tempat mereka.
 
"Saya akhirnya memilih berjualan di sini, karena ingin di ruko kontraknya mahal Rp8 juta per bulan," ujarnya.     
 
Pak Narto dan keluarganya juga berencana akan meniggalkan Papua setelah anaknya selesai kuliah dari Universitas Cenderawasih. Ia ingin menghabiskan masa tua di kampungnya karena sudah cukup lama di Papua.     
 
Seorang mahasiswa, Feliks yang biasa membeli gorengan Narto untuk sarapan mengatakan, gorengan tersebut paling enak. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Rp400 juta untuk memperbaiki jalan Pasar Youtefa

Selanjutnya

BPS Papua masih tunggu pusat laksanakan Susenas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe