TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. LBH APIK siap fasilitasi kaum perempuan
  • Kamis, 02 Maret 2017 — 19:36
  • 809x views

LBH APIK siap fasilitasi kaum perempuan

"Dalam menjalankan peran, kami tentu akan melibatkan PSW, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan komunitas-komunitas perempuan. Jadi bagi kaum perempuan, jika dihadapi dengan masalah, ingat ada LBH APIK," kata Nuraida.
Suasana Seminar "Di mana Perempuan Papua Dalam Otonomi Khusus" - Jubi/Alex
Alexander Loen
[email protected]
Editor : Yuliana Lantipo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Usai resmi diluncurkan, Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia Untuk Keadilan (APIK) Jayapura, mengklaim siap menjalankan perannya di Bumi Cenderawasih untuk melindungi kaum perempuan dan Papua.

 

Direktur LBH APIK Jayapura, Nuraida Duwila mengatakan bantuan yang akan dilakukan pihaknya adalah pendampingan dengan melakukan perubahan hukum, agar kedepan ada aturan-aturan khusus yang bisa membantu perempuan-perempuan Papua.

"Kami memang belum memiliki data mengenai jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan, hanya di Papua angkanya sangat tinggi. Namun setelah launching ini kami bisa melakukan pengumpulan data kekerasan lewat Dinas Pemberdayaan Perempuan," kata Nuraida, di Jayapura, Kamis (2/3/2017).

Ia tekankan, pihaknya akan memberi perhatian dan pendampingan kepada perempuan Papua yang tidak mampu. "Kami siap membantu apapun bentuknya, yang jelas kami membantu orang-orang yang tidak mampu. Komitmen kami adalah bisa membantu kaum perempuan," ucapnya.

Sementara soal adanya aturan adat, dirinya mengaku memang di Papua banyak masalah hukum yang berbenturan langsung dengan adat, namun saat ini sudah mulai ada pemahaman dari lembaga adat.  "Memang belum signifikan, tapi ada," tambahnya.

Untuk itu, Nuraida menyarankan kepada kaum perempuan Papua, ketika menghadapi permasalahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) atau apapun bentuknya segera melapor ke LBH APIK agar ada pendampingan.

"Dalam menjalankan peran, kami tentu akan melibatkan PSW, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan komunitas-komunitas perempuan. Jadi bagi kaum perempuan, jika dihadapi dengan masalah, ingat ada LBH APIK," kata Nuraida.

Terpisah, Aneke, ASN di lingkup Pemerintahan Provinsi Papua berharap kehadiran LBH APIK di Papua benar-benar mampu mengakomodir keluhan kaum perempuan, pasalnya banyak kasus yang menimpa perempuan berakhir dengan jalan buntu.

"Banyak masalah yang menyangkut perempuan berhenti di tengah jalan dengan berbagai banyak alasan, apalagi kalau sudah disangkut pautkan dengan hukum adat. Untuk itu, saya berharap hadirnya LBH APIK bisa membawa angin segar bagi kami kaum perempuan," kata Aneke. (*)

loading...

Sebelumnya

Gubernur harap PSU di Papua tak menimbulkan masalah baru

Selanjutnya

Doren Wakerkwa: Gubernur Papua tak akan danai PSU

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat