PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Saireri
  3. Perusakan rumah Pendeta Amos akan diproses hukum
  • Kamis, 02 Maret 2017 — 19:52
  • 1012x views

Perusakan rumah Pendeta Amos akan diproses hukum

Dari hasil pemeriksaan penyidik Polres Nabire terhadap dua pelaku yang diamankan, seorang telah dipulangkan karena dia tidak terlibat langsung dalam kejadian penyerangan dan perusakan.
Istri Pdt. Amos Widigipa menunjukkan seng yang peot akibat lemparan batu – Jubi/Titus
Titus Ruban
titus@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Nabire, Jubi – Kapolres Nabire,  AKBP Semmy Ronny Thabaa menegaskan perusakan rumah Pendeta Amos Widigipa di jalan Firdas, Kelurahan kalibobo Nabire tidak ada kaitannya dengan pilkada Intan Jaya.

“Dari hasil pemeriksaan penyidik , pelaku masih mempunyai hubungan keluarga dengan korban (Pendeta, Amos Widigipa). Lalu kejadiannya ada berhubungan dengan masalah lama dalam keluarga yang belum selesai,” ujar Kapolres kepada wartawan, Kamis (2/3/2017) .

Dari hasil pemeriksaan penyidik Polres Nabire terhadap dua pelaku yang diamankan, seorang telah dipulangkan karena dia tidak terlibat langsung dalam kejadian penyerangan dan perusakan.

“Pelaku yang dipulangkan ini memang ada di TKP namun tidak melakukan aksi. Sementara seorang lainnya yang ditahan akan diproses hukum, pelaku pengrusakan,” katanya.

Kapolres mengaku pihaknya tetap memberikan ruang untuk penyelesaian secara kekeluargaan. Namun jika buntutnya berimbas ke denda, pihaknya  berupaya agar diproses hukum saja.

“Kami tidak buka ruang denda lagi. Kecuali kalau kasus asusila,” tegasnya.

Menurutnya jika Polisi membiarkan penyelesaian dengan denda, akan berbuntut ke masalah baru. Misalnya mereka dikejar-kejar utang  karena harus membayar denda yang jumlahnya bisa mencapai miliaran rupaih.

Sementara itu, korban perusakan rumah, Pendeta Amos Widigipa mengatakan pada Selasa (28/2/2017) sore, dua pelaku mendatangi rumahnya. Seorang pelaku duduk diam, sedangkan satu pelaku langsung masuk rumah dan melempar seng dan kaca rumah.

 “Pelaku melempar jendela dan bilang kamu kenapa mendukung nomor dua dan segalam macam. Sedangkan yang satunya dia tidak lempar dan bilang tidak boleh itu pendeta punya rumah,” tutur Amos.

Amos meminta agar diselesaikan secara adat. “Tapi nanti kami juga harus bicara dengan pihak Kepolisian bagusnya bagaimana,” katanya. (*)

Sebelumnya

Pendukung “Tofan” demo tuntut KPUD Yapen segera gelar pleno

Selanjutnya

FPAJK dan LMA Nabire minta pengusaha OAP diberdayakan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua