Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Ikhenduri Galeri menjual kerajinan khas Papua
  • Jumat, 03 Maret 2017 — 08:40
  • 981x views

Ikhenduri Galeri menjual kerajinan khas Papua

Ikhen menjual berbagai kerajian khas Papua. Sebagian besar ia buat sendiri, seperti baju, sepatu, noken angrek, noken rasta, gantungan kunci, anting-anting, gelang, kalung, dan topi.
Ikhen Dogopia di Ikhenduri Galeri miliknya – Jubi/ Yance Wenda.
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sentani, Jubi – Ikhen Dogopia, perempuan 29 tahun asal Deiyai, memiliki perjuangan sendiri meningkatkan usaha penjualan kerajinan khas Papua.

 

Ketika ditemui Jubi di Kota Jayapura, Kamis (2/3/2017), ia baru dua minggu membuka stand sederhana bernama “Ikhenduri Galeri” atas bantuan kantor KAB Papua.
 
“Sebelumnya saya berjualan dipinggir jalan sebelum mendapatkan tempat ini,” katanya.
 
Ikhen menjual berbagai kerajian khas Papua. Sebagian besar ia buat sendiri, seperti baju, sepatu, noken angrek, noken rasta, gantungan kunci, anting-anting, gelang, kalung, dan topi.
 
Harga pun bervariasi. Misalnya noken anggrek paling besar Rp6 juta dan kecil Rp500 ribu. Noken bintang fajar besar Rp150 ribu dan biasa Rp100 ribu. Sedangkan topi Rp100 ribu, anting, kalung, dan gantung kunci berkisar Rp20 ribu hingga Rp50 ribu.
 
“Selain menjual karya sendiri, saya juga menjual hasil kerajinan orang lain yang didatangkan dari daerah-daerah di Papua, ini baru datang dibawa mama-mama dari Serui dan Depapre yang mereka buat sendiri,” katanya.
 
Ikhen tak hanya menunggu pembeli datang ke galerinya, tapi juga menerima pesanan dari luar. Sebagian pemesan adalah anak-anak Papua yang kuliah di luar daerah.
 
“Saya mengerjakan sendiri semuanya, belum ada yang bantu, kalau ada tenaga kerja pasti galeri ini penuh barang,” ujarnya.
 
Ikhen memulai keterampilan dengan menenun atau membuat noken sejak umur sembilan tahun. Sejak banyak mama-mama Papua membikin noken, ia beralih membuat kalung, anting, dan sepatu.
 
Ikhen berharap pemerintah memberikan perhatian serius kepada mama-mama penenun di pinggir jalan dengan memberikan tempat yang layak dan modal usaha. Agar pembeli dari luar bisa langsung membeli kepada mereka.
 
Pengunjung Ikhenduri Galeri, Mince Daisiu mengaku bangga melihat orang Papua punya tempat berjualan seperti Ikhenduri, sehingga tidak susah jika ingin membeli. (*)

Sebelumnya

Harga minyak tanah bisa Rp50 ribu per jeriken

Selanjutnya

Penjual Pinang beromzet Rp 100 perhari

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe