Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. BPS: transportasi sumbang deflasi di Kota Jayapura
  • Jumat, 03 Maret 2017 — 08:53
  • 790x views

BPS: transportasi sumbang deflasi di Kota Jayapura

“Transportasi angkutan udara penyumbang terbanyak sehingga secara umum faktor kelompok pengeluaran lainnya seperti kangkung, bawang putih, minyak goreng daging ayam ras, gula pasir, semen, bawang merah, cabai rawit, dan cakalang," katanya saat jumpa pers di Jayapura, Rabu (1/3/2017).
Angkutan umum di Kota Jayapura –Jubi/ Sindung Sukoco.
Sindung Sukoco
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Kepala Bidang Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Bambang Wahyu Ponco Aji mengatakan, deflasi di Kota Jayapura disebabkan oleh penurunan harga barang dan jasa khususnya kelompok pengeluaran transportasi, komunikasi,dan jasa keuangan yang mencapai -3,49 persen.
 
“Transportasi angkutan udara penyumbang terbanyak sehingga secara umum faktor kelompok pengeluaran lainnya seperti kangkung, bawang putih, minyak goreng daging ayam ras, gula pasir, semen, bawang merah, cabai rawit, dan cakalang," katanya  saat jumpa pers di Jayapura, Rabu (1/3/2017).
 
Dengan inflasi pada Februari mencapai -0,77 persen, maka inflasi tahun kalender Januari-Februari 2017 telah mencapai 1,21 persen dengan inflasi dari tahun ke tahun (year on year) tercatat sebesar 3,83 persen.
 
Sementara, komponen inti pada Februari 2017 tercatat mengalami inflasi 0,50 persen, dengan tingkat inflasi inti dari tahun ke tahun sebesar 3,06 persen.
 
Bambang mengatakan, inflasi Februari 2017 lebih tinggi dari periode sama 2015 dan 2016 yang masing-masing tercatat deflasi sebesar 0,93 persen dan 0,47 persen.
 
Selain itu, kelompok pengeluaran yang juga menyumbang inflasi, yaitu kelompok  makanan jadi, minuman, rokok dan tembankau sebesar 0,81 persen; kelompok perumahan, listrik, air, gas dan bahan bakar sebesar 0,81 persen; kelompok sandang 0,81 persen,  serta kelompok kesehatan sebesar 0,08 persen.
 
"Kelompok transportasi terpengaruh oleh kenaikan tarif pulsa ponsel, meski ada penghambat berupa penurunan tarif angkutan udara," kata Suhariyanto.
 
Sementara untuk Papua Barat, Kepala BPS Papua Barat Endang Retni Sri Sugiandani dikutip Antara mengatakan, Papua Barat pada Februari 2017 mengalami deflasi -0,04 persen. Ia menilai kondisi perekonomian terutama terkait harga sejumlah komponen barang maupun jasa di Papua Barat cukup baik. (*)

loading...

Sebelumnya

Penjual Pinang beromzet Rp 100 perhari

Selanjutnya

Rp6 juta sebulan dari berjualan premium

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe