Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Datangi Bawaslu, ratusan orang tolak hasil pleno Pilkada Tolikara
  • Jumat, 03 Maret 2017 — 13:17
  • 1218x views

Datangi Bawaslu, ratusan orang tolak hasil pleno Pilkada Tolikara

Demonstran juga mendesak agar ketua dan empat komisioner KPUD Tolikara diberhentikan dan meminta Bawaslu menindak berbagai dugaan pelanggaran Pilkada di Tolikara.
Forum Peduli Demokrasi Penegak Keadilan Tolikara menggelar demo damai di depan Kantor Bawaslu Papua, Kamis (2/3/2017) - Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Sedikitnya 500 orang yang tergabung dalam Forum Peduli Demokrasi Penegak Keadilan Tolikara menggelar demo damai di depan Kantor Bawaslu Papua, Kamis (2/3/2017).

Beberapa tuntutan pendemo diantaranya menolak hasil pleno penetapan KPUD Tolikara beberapa waktu lalu. Pendemo menuntut dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 18 distrik di Kabupaten Tolikara sesuai rekomendasi Panwas kepada KPUD setempat.

Demonstran juga mendesak agar ketua dan empat komisioner KPUD Tolikara diberhentikan dan meminta Bawaslu menindak berbagai dugaan pelanggaran Pilkada di Tolikara.

"Kami datang menyuarakan kebenaran. Bukan untuk melawan hukum. Ada 18 distrik direkomendasikan PSU oleh Panwas tapi tidak ditindaklanjuti oleh KPUD. Justru melakukan pleno. Hasil pleno yang sah hanya suara dari 28 distrik," kata koordinator demo, Ishak Chogoyanak Giay.

Menurutnya, ketika Pilkada di Tolikara, KPU Papua, Bawaslu Papua dan Polda Papua berada di wilayah itu. Mereka menyaksikan sendiri berbagai kecurangan.Namun kenapa seakan tutup mata.

"Ini kejahatan demokrasi. Kenapa Polda Papua tutup mata . Apakah Bawaslu Papua tidak melihat ini. Ada money politic, intimidasi dan ada ASN yang bermain," ujarnya.

Pandimur Jikwa dalam orasinya mengatakan hal serupa. Katanya, 18 distrik yang direkomendasikan Panwas menggelar PSU lantaran ada berbagai kecurangan di daerah itu. Panwas distrik diusir dan diintimidasi.

"Kami menuntut keadilan. Kami mau demokrasi bersih. Temuan pelanggaran yang sudah direkomendasikan mohon diteruskan. Pilkada Tolikara terburuk di Indonesia," kata Jikwa.

Penyelenggara kata dia, harusnya bekerja sesuai undang-undang. Ia menyebut KPUD lah penyebab berbagai masalah di Tolikara. Demonstran juga mendesak ketua dan anggota PPD, PPS dan KPPS se Tolikara dinonaktifkan.

Pendemo ditemui Ketua Bawaslu Papua, Fegie Y Wattimena bersama dua komisionernya Anugrah Pata dan Yakop Paisei.
"Kami terima aspirasi dan kami akan proses serta laporkan ke Bawaslu RI, kata Fegie Y Wattimena.

Setelah menyerahkan pernyataan sikap kepada ketua dan komisioner Bawaslu, pendemo membubarkan diri dan melanjutkan aksi ke KPU Papua. (*)

Sebelumnya

KNPB gelar ibadah dukung 7 negara pasifik

Selanjutnya

Tahapan rekrutmen MRP tunggu DPA

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe