Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Program tol udara di pegunungan tengah masih disurvei
  • Sabtu, 04 Maret 2017 — 09:48
  • 1211x views

Program tol udara di pegunungan tengah masih disurvei

Sekda Jayawijaya, Yohanes Walilo mengatakan sebaiknya pengangkutan kargo ke pegunungan tengah Papua dilakukan melalui Timika ke Wamena.
Aktivitas bongkar muat pesawat kargo di Bandara Wamena, Jayawijaya – Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Wamena, Jubi – Kementerian Pehubungan (Kemenhub) melalui Dirjen Perhubungan Udara RI mengagendakan program penerbangan pesawat kargo perintis di daerah pengunangan tengah Papua.

Namun program tol udara untuk menekan mahalnya harga barang di daerah pegunungan ini masih disurvei.

Sekda Jayawijaya, Yohanes Walilo mengatakan sebaiknya pengangkutan kargo ke pegunungan tengah Papua dilakukan melalui Timika ke Wamena. Sebab beberapa kabupaten di pegunungan tengah dapat ditempuh melalui jalan darat, sehingga pendistribusian barang lebih mudah.

“Tapi yang penting bagaimana barang kebutuhan pokok dan barang penting itu bisa sampai ke Wamena. Setelah itu baru didistribusikan melalui udara atau jalan darat ke kabupaten lain,” katanya di Wamena, Jumat (3/3/2017).

Menurutnya Kemenhub sebaiknya melibatkan seluruh kabupaten di daerah pegunungan dalam program tol udara tersebut.

Kepala Unit Pelaksana Bandar Udara Wamena, Rasburhani mengatakan, sesuai dana yang tersedia Timika (Mimika), Dekai (Yahukimo) dan Wamena (Jayawijaya) yang akan dilalui tol udara.

Pasalnya tim sudah dibentuk Kemenhub sehingga dilakukan kajian oleh badan litbang. Menurutnya kini tak hanya berpikir angkutannya saja, tetapi bagaimana juga barang apa yang akan diangkut. Dengan demikian ini menjadi tugas Kementerian Perdagangan untuk berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan di masing-masing kabupaten.

“Kami juga mendiskusikan hal ini dengan semua kabupaten untuk memberikan informasi. Dari data yang diberikan, rencananya ada tiga lokasi; Mapenduma, Mugi dan Mamit, karena kapasitas kargo yang kecil yakni satu ton, sehingga nanti tidak semua barang bisa diangkut, sehingga akan diprioritaskan sesuai tingkat kebutuhan barangnya,” katanya.

Warga pegunungan tengah, Walter Benny Hesegem mengatakan, hal tersebut cukup baik. Namun ia pesimistis tol udara itu berjalan efektif.

“Tol udara ini merupakan jawaban dari tuntutan yang selama ini kita perjuangkan. Saya rasa ini sudah baik, tapi tidak akan efektif karena tidak tepat sasaran. Tujuan kami itu semua orang gunung harus dapatkan harga barang yang sama, baik kebutuhan pokok maupun barang lainnya,” katanya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Tiga orang hilang dalam perjalanan dari Nduga ke Agats

Selanjutnya

Pasar tradisional Wollo diresmikan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe