Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. KPU Papua: Wilayah pegunungan paling rawan dalam pilkada
  • Selasa, 27 September 2016 — 05:52
  • 629x views

KPU Papua: Wilayah pegunungan paling rawan dalam pilkada

“Keputusan KPU ada dua yakni, berdampak hukum dan berdampak pada Kamtibmas. Dua-dua keputusan ini harus terus dikawal oleh pihak keamanan sehingga tidak terjadi konflik yang akhirnya merugikan masyarakat," ucapnya.
Masyarakat di Tolikara saat mengikuti deklarasi salah satu pasangan calon dan wakil bupati - Jubi/Roy Ratumakin
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua memetakan wilayah yang dianggap rawan di Papua ketika Pilkada serentak Februari 2017 mendatang.

Ketua KPU Papua, Ada Arisoi mengatakan, 10 kabupaten dan satu kota yang menggelar Pilkada serentak mendatang semua dianggap rawan. Namun kabupaten yang berada di wilayah pegunungan Papua dianggap paling rawan terjadi gesekan.

"Beberapa daerah yang dianggap paling rawan diantaranya Kabupaten Nduga, Lanny Jaya, Tolikara, Puncak Jaya, Intan Jaya dan Dogiay. Enam daerah yang dianggap rawan ini telah dipetakan. Kami minta aparat keamanan untuk ikut memback-up KPU, terutama ketika mengeluarkan keputusan-keputusan dianggap KPU sudah dianyatakan sah," kata Adam, Senin (26/9/2016).

Ia mengingatkan KPUD kabupaten/kota mengantisipasi berbagai kemungkinan. Aparat kepolisian juga harus berperan aktif membantu pengamanan.

“Keputusan KPU ada dua yakni, berdampak hukum dan berdampak pada Kamtibmas. Dua-dua keputusan ini harus terus dikawal oleh pihak keamanan sehingga tidak terjadi konflik yang akhirnya merugikan masyarakat," ucapnya.

Katanya, kemungkinan terjadinya gesekan bisa terjadi ketika pihak penyelenggara Pilkada mengeluarkan keputusan untuk setiap calon yang dianggap sah.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPR Papua, Orwan Tolli Wone berharap, Pilkada serentak 10 kabupaten dan satu kota di Papua awal 2017 mendatang berlangsung sesuai yang diharapkan. Tak ada gesekan di masyarakat pendukung para pasangan kandidat.

"Para kandidat juga harus bisa menangkan para pendukungnya. Jangan justru sebaliknya. Memanas-manasi pendukungnya untuk melakukan hal-hal yang tak diinginkan," kata Orawan.

Menurutnya, kalah menang dalam pesta demokrasi adalah hal biasa. Tak mungkin semua pasangan calon yang bersaing dalam Pilkada harus semua menang.

"Pasti hanya satu pasangan calon yang terpilih. Tapi itu juga harus benar-benar terpilih dengan proses demokrasi yang bersih. Bukan karena kecurangan dan lainnya," imbuh dia. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pengurus parpol jangan ciptakan polemik karena uang

Selanjutnya

Soal 14 kursi diambil alih Jakarta, DPRP duga ada yang "jual" nama presiden

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe