Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Promosi Mayjen Hartomo sebagai KaBais, tanda Indonesia kehilangan roh Pancasila
  • Selasa, 27 September 2016 — 07:04
  • 1685x views

Promosi Mayjen Hartomo sebagai KaBais, tanda Indonesia kehilangan roh Pancasila

Menurut Pendeta Giay, Jokowi dan jajarannya harus diperiksa atas keputusannya itu karena kegagalannya pedomani etika global dan human right yang sedang menjadi rujukan dan norma pergaulan internasional dalam penentuan kebijakannya.
Jenazah pemimpin Papua, Theys H. Eluay ketika diangkat dari lokasi pembunuhan. Almarhum Theys dibunuh oleh beberapa anggota Kopassus dibawah pimpinan Hartomo yang saat itu menjabat sebagai Komandan Satuan Tugas (Satgas) Tribuana 10 di Papua pada tanggal 10 November 2001 - Dok. Jubi
Abeth You
Editor : Kyoshi Rasiey
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Dengan diangkatnya Mayjen TNI Hartomo, pembunuh dan penculik Theys Hiyo Eluay, negara Indonesia mempertontonkan kepada dunia bahwa Indonesia ibarat 'anjing menggonggong kafilah tetap berlalu'.

Hal itu dikatakan Ketua Sinode GKI Kingmi Tanah Papua, Pdt. Dr. Benny Giay kepada Jubi di Jayapura, Senin, (26/09/2016), bahwa Hak Asasi Manusia (HAM) bisa ditempatkan di posisi ke sekian dalam penentuan kebijakan Jakarta. Etika dan HAM tidak menjadi patokan dalam keputusan penunjukkan petinggi atau pengambilan kebijkan negara.

“Pertanyaan apakah keputusan itu akan melukai trauma kolektif korban masa lalu atau tidak. tidak di dipertimbangkan. Winner takes itu it all. Pemenang ambil semua. Tidak ada dia kasih tinggal. Tidak ada ruang dan cerita untuk pihak yang dipaksa takluk atau kalah,” kata , Pdt. Dr. Benny Giay.

Menurut Giay, para pengambil kebijakan di Jakarta ada di dunia lain dari para korban. Mereka gunakan bahasa dan kerangka yang berbeda ketika bicara masa lalu. Orientasi kaum itu beda dari keseharian rakyat jelata.

“Mereka (para elit dan kaum yang menang) berada di zona nyaman sehingga bisa dengan enteng bilang lupakan masa lalu,” ujar Pendeta Benny.

Menurut Pendeta Giay, Jokowi dan jajarannya harus diperiksa atas keputusannya itu karena kegagalannya pedomani etika global dan human right yang sedang menjadi rujukan dan norma pergaulan internasional dalam penentuan kebijakannya.

Ia mengaku, dikhawatirkan jangan sampai Jokowi atau siapa saja yang promosikan penjahat kemanusiaan menjabat sebuah jabatan strategis masuk dalam kategori hardliners.

“Kelompok garis keras yang disebutkan oleh Presiden SBY pada tanggal 16 Desember 2011 di Cikeas di depan 4 pimpinan gereja Papua,” paparnya.

Terpisah, Ketua Umum Gereja Baptis Papua, Pdt. Socrates Sofyan Yoman menegaskan, dipromosikannya pembunuh Theys Hiyo Eluay, yakni Mayjen TNI Hartomo menjadikan Kepala Badan Intelijen Strategis (KaBais) itu sebagai tanda bahwa negara Republik Indonesia telah kehilangan roh Pancasila.

Ditegaskan Pendeta Yoman, Pancasila sebagai dasar negara mengadung nilai-nilai Ketuhanan, nilai kemanusiaan dan nilai keadilan. Sehingga, lima sila dari Pancasila hanya slogan hampa tanpa penerapan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Pengangkatan Mayjen TNI Hartomo, selaku pembunuh Theys Hiyo Eluay sebagai Kabais TNI adalah penghinaan dan pelecehan martabat rakyat Papua. Ini contoh yang sangat buruk bagi generasi penerus bangsa di Indonesia,” tegas Pendeta Socrates Sofyan Yoman. (*)

loading...

Sebelumnya

Indonesia panik masalah Papua dibawa ke PBB?

Selanjutnya

Lenis Kogoya: Kami akan panggil Gubernur dan Pansel Provinsi Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9603x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6385x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 6025x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4611x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe