Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Berita Papua
  3. Penanganan dugaan money politic pilkada Kabupaten Jayapura dipertanyakan
  • Senin, 06 Maret 2017 — 19:04
  • 1755x views

Penanganan dugaan money politic pilkada Kabupaten Jayapura dipertanyakan

Ia mengatakan, ketika itu tiga orang tertangkap tangan oleh Panwas Kabupaten Jayapura dan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) atas dugaan money politic (politik uang). Satu dari tiga orang itu adalah anak salah satu calon wakil kepala daerah.
Ilustrasi pemungutan suara pilkada Jayapura – Jubi/Dok.
Arjuna Pademme
Editor : Timoteus Marten
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Ketua PDI Perjuangan Kabupaten Jayapura, Hermes Felle mempertanyakan sejauh mana penanganan kasus dugaan money politic dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Jayapura, 15 Februari 2017.

Ia mengatakan, ketika itu tiga orang tertangkap tangan oleh Panwas Kabupaten Jayapura dan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) atas dugaan money politic (politik uang). Satu dari tiga orang itu adalah anak salah satu calon wakil kepala daerah.

“Semestinya sesuai aturan undang-undang 1x24 jam, calon yang terkait harus didiskualifikasi. Memang pelaku bukan kandidat, tapi dalam UU Nomor 10 Tahun 2016, meski dia hanya tim sukses atau pendukung salah satu kandidat harus didiskualifikasi. Kami mempertanyakan sejauh mana penanganannya,” katanya kepada Jubi via selulernya, Senin (6/3/2017).

Ia mempertanyakan, apakah Panwas Kabupaten Jayapura dan Bawaslu Papua benar-benar bisa menegakkan aturan.

“Itukan sudah bukti. Ini demi proses pendidikan politik yang baik kepada masyarakat ke depannya. Selain itu kami mempertanyakan apa benar uang yang diamankan Rp5 juta dan form C6 ratusan lembar. Karena informasinya uang senilai Rp300 juta dan form C6 4800,” ujarnya.

Ketua parpol PKB Kabupaten Jayapura, Basuki mengatakan, dalam kasus ini ada terduga pelaku dan barang bukti.

“Kami harap ini diproses agar ke depan tidak ada lagi kecurangan yang serupa. Harus diusut hingga akarnya. Ini kembali kepada Gakkumdu,” ujar Basuki.

Selain itu ditemukan lagi 32 TPS bermasalah. TPS antar lain berada di Distrik Namblong dan Kaureh. TPS IV di Sentani Kota, TPS 1dan 2 di Kampung Sereh, TPS 05 di Hinekombe.

"Kemudian ada sugaan mark up jumlah pemilih di TPS 5 Hinekombe. Pemilih di TPS itu 678. Jumlah ini lebih 16 suara dari semestinya. Kami sudah laporkan ke Panwas dan Bawaslu Papua. Kami juga akan laporkan ke DKPP," katanya.

Ketua Panwas Kabupaten Jayapura, Ronald Manoach menyatakan, berkas kasus dugaan money politic sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jayapura, Jumat (3/3/2017).

"Barang bukti dan tersangka sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri," kata Ronald. (*)

loading...

Sebelumnya

Tak lulus UKK, anak didik SMK tak ikut UNBK

Selanjutnya

Gubernur Papua inginkan RUPS tetapkan direksi profesional

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe