PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Pemerintah harus perhatikan panti jompo di Sentani
  • Senin, 06 Maret 2017 — 19:23
  • 1005x views

Pemerintah harus perhatikan panti jompo di Sentani

Panti Bina Sosial di Pos VII, Sentani, memiliki 12 wisma dengan daya tampung 5-6 orang tiap wisma. Namun karena bangunannya rusak, kini yang digunakan hanya 11 wisma.
Panti Bina Sosial di Pos VII, Sentani – Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sentani, Jubi – Pemerintah Provinsi Papua dan Kabupaten Jayapura diharapkan memperhatikan panti jompo yang ada di Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura.

Panti Bina Sosial di Pos VII, Sentani, memiliki 12 wisma dengan daya tampung 5-6 orang tiap wisma. Namun karena bangunannya rusak, kini yang digunakan hanya 11 wisma.

“Untuk jumlah yang ada sekarang di panti ini ada 50 orang, 15 laki-laki dan 35 perempuan lansia,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Panti Bina Sosial, Yosep Kallem kepada Jubi di Sentani, Senin (6/3/2017).

Ia melanjutkan, sebagian pembangunan gedung memang sudah dibantu Gubernur Papua, Lukas Enembe. Namun kantor dan ruang isolasi harus direnovasi lagi.

“Satu wisma itu rusak para dan ruang isolasi ini sendiri sudah tidak kami gunakan lagi,” katanya.

Masalah lain, lanjutnya, rumah petugas panti yang tak ditempati semuanya karena sudah rusak.

“Rumah pegawai yang ada cuma empat dan itu juga sudah rusak-rusak. Pegawai ini sebagian tinggal di luar wisma. Apabila ada hal-hal yang harus ditangani dengan cepat nanti susah,” katanya.

Meski dalam kondisi seperti itu, pihaknya menerapkan peraturan dan persyaratan bagi penghuni panti jompo. Di antaranya, harus berusia lebih dari 60 tahun, sehat jasmani dan rohani, serta mempunyai kartu berobat (KIS/KPS).

“Karena jika sakit kami petugas yang langsung tangani. Dan yang masuk di panti ini tidak ada yang sakit. Kami bukan rumah sakit yang menampung pasien,” katanya.

Panti ini, kata dia bekerja sama dengan Uncen, Poltekes Jayapura, STIKES Jayapura dan Polteks Marthen Indey.

“Sejauh ini yang sudah lakukan MoU hanya tiga saja. Selainnya itu belum dan menyusul,” katanya.

Salah satu pengunjung yang ditemui Jubi, Step Wonda mengatakan panti ini perlu direnovasi.

“Gedung ini sudah rusak. Memang parah sekali. Saya tinggal di komplek sini. Memang saya tahu persis kalau bangunannya lama sekali. Plafon, kaca, genteng, pagar dan banyak yang rusak. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” katanya. (*)
 

Sebelumnya

Penanganan dugaan money politic pilkada Kabupaten Jayapura dipertanyakan

Selanjutnya

Program aliansi koperasi agrobisnis diluncurkan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua