Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Kolombia - FARC akhiri konflik 52 tahun
  • Selasa, 27 September 2016 — 08:22
  • 755x views

Kolombia - FARC akhiri konflik 52 tahun

Di podium, dengan ditemani oleh presiden Kuba, Ekuador dan negara lain Amerika Latin, serta Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Santos dan Jimenez menandatangani kesepakatan tersebut dengan menggunakan pupen yang terbuat dari peluru untuk melambangkan peralihan ke perdamaian.
Presiden Kolombia Juan Manuel Santos - flickr.com
ANTARA
Editor : Kyoshi Rasiey
LipSus
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:39 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:43 WP

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Catagena, Kolombia, Jubi - Presiden Kolombia Juan Manuel Santos dan Panglima FARC Timoleon Jimenez pada Senin sore (26/9/2016) menandatangi kesepakatan perdamaian bersejarah di Kota Cartagena, sehingga mengakhiri konflik 52 tahun.

Dalam satu upacara khusus yang dihadiri oleh para pemimpin dunia, kedua pemimpin tersebut menandatangani kesepakatan perdamaian untuk memulai babak baru dalam sejarah negara itu.

Di podium, dengan ditemani oleh presiden Kuba, Ekuador dan negara lain Amerika Latin, serta Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Santos dan Jimenez menandatangani kesepakatan tersebut dengan menggunakan pupen yang terbuat dari peluru untuk melambangkan peralihan ke perdamaian.

Beberapa pesawat terbang di udara dengan mengibarkan bendera Kolombia.

Penandatanganan itu dilakukan setelah empat tahun perundingan di Ibu Kota Kuba, Havana, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi. Kedua pihak sampai pada kesepakatan mengenai lima poin: pembangunan pedesaan, keikut-sertaan FARC dalam kehidupan politik, berakhirnya konflik, perang melawan penyelundup narkotika dan rehabilitasi korban.

Langkah terakhir akan dilakukan pada 2 Oktober, ketika rakyat Kolombia memberi suara apakah akan menerima kesepakatan tersebut. Beberapa jajak pendapat baru-baru ini memperlihatkan kebanyakan mendukungnya.

Konflik antara Pemerintah Kolombia dan Angkatan Bersenjata revolusioner Kolombia (FARC) meletus pada 1960-an sebagai perlawanan mengenai hak atas lahan. Konflik itu telah menewaskan 220.000 orang dan membuat jutaan orang lagi kehilangan tempat tinggal. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Kapal pengungsi terbalik di Mesir

Selanjutnya

Uni Eropa luncurkan bantuan untuk sejuta pengungsi Suriah di Turki

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6654x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 3304x views
Penkes |— Rabu, 21 Februari 2018 WP | 2715x views
Lapago |— Jumat, 16 Februari 2018 WP | 2364x views
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe