PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Sekolah bisa lakukan pungutan untuk UKK
  • Selasa, 07 Maret 2017 — 18:41
  • 334x views

Sekolah bisa lakukan pungutan untuk UKK

“Tidak ada masalah kalau yang dibelanjakan itu adalah bahan habis pakai, tetapi untuk bahan-bahan seperti kayu untuk pembuatan kursi dan meja tidak mesti dipungut biaya oleh sekolah,” katanya.
SMKN 5 Jayapura – Jubi/ Roy Ratumakin
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Ketua Panitia Pelaksana Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5 Jayapura, Endang Trimiati mengatakan, sekolahnya melakukan pungutan kepada siswa untuk pembiayaan Ujian Kompetensi Kejuruan (UKK) tahun ini.
 
"Iya, memang ada pembayaran yang dibebankan kepada siswa untuk UKK, seorang siswa dibebankan pembayaran biaya sebesar Rp1,5 juta untuk membantu sekolah membeli bahan UKK,” katanya kepada Jubi, Selasa (7/3/2017).
 
Dikatakan, alasan pihaknya melakukan pungutan terhadap anak didiknya karena untuk UKK harus membeli bahan-bahan untuk proses uji kompetensi siswa.
 
“Jadi tidak semuanya dibebankan ke sekolah,” ujarnya.
 
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura I Wayan Mudiyasa yang dikontak Jubi terkait pungutan yang dilakukan SMKN 5 Jayapura mengatakan, untuk menunjang UKK dan yang dibelikan itu bahan praktek habis pakai tidak ada masalah.
 
“Tidak ada masalah kalau yang dibelanjakan itu adalah bahan habis pakai, tetapi untuk bahan-bahan seperti kayu untuk pembuatan kursi dan meja tidak mesti dipungut biaya oleh sekolah,” katanya.
 
Sedangkan untuk bahan yang bukan langsung habis pakai, tamba Mudiyasa, harus disediakan pihak sekolah. Semuanya tergantung kesepakatan sekolah dengan orang tuan wali murid.
 
Terkait persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang untuk SMK akan digelar 3-6 April 2017, Kepala SMKN 5 Jayapura, Suprayitno Rohadi mengatakan sekolahnya sudah siap, termasuk kelengkapan komputer 98 unit. Sebanyak 20 komputer adalah laptop milik siswa yang dipinjamkan ke sekolah.
 
“Komputerya malah berlebih karena jumlah siswa kelas 12 hanya 96, tapi kelebihan bisa menjadi cadangan jika ada komputer yang bermasalah,” ujarnya. (*)

Sebelumnya

Narkoba masih menjadi momok di SMKN 3 Jayapura

Selanjutnya

Aktivis LSM kesehatan siap berikan data ke Pelapor Khusus PBB

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua