PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Batal dilantik jadi kepala distrik, Thomas tetap berjiwa besar
  • Selasa, 07 Maret 2017 — 19:20
  • 650x views

Batal dilantik jadi kepala distrik, Thomas tetap berjiwa besar

Meski demikian, lanjut jebolan Sekolah Tinggi Pendidikan Dalam Negeri (STPDN) itu, dirinya mengaku sebagai ASN dia tetap menerima keputusan itu.
Pelantikan pejabat yang dilakukan Bupati Merauke, Frederikus Gebze beberapa waktu lalu - Jubi/Frans L Kobun
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Merauke, Jubi - Meskipun telah mengenakan pakaian ‘kebesaran’ kepala distrik untuk dilantik bersama pejabat Eselon III dan IV lain di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke, namun namanya tak ikut dibacakan dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Merauke beberapa waktu lalu.

Kepada Jubi Selasa (7/3/2017), salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang batal dilantik, Thomas Kimko menuturkan,  saat pelantikan, ia juga datang ke tempat pelantikan mengenakan pakaian berwarna putih-putih. Karena telah mendapatkan undangan bahkan mengikuti gladi resik.

Bahkan, lanjut dia, dirinya adalah satu dari ratusan pejabat dipercayakan ikut saat penyematan tanda jabatan. “Sayangnya, ketika SK dibacakan, nama saya tidak ada. Secara manusia, saya merasa malu. Tetapi harus bangkit dan tetap berjiwa besar,” tuturnya.

Setelah batal dilantik,  ia langsung menelepon istri dan keluarganya agar menerima kenyataan ini.

“Saya menelepon istri, karena tahu persis jika saya dilantik menjadi salah satu kepala distrik,” tuturnya.

Meski demikian, lanjut jebolan Sekolah Tinggi Pendidikan Dalam Negeri (STPDN) itu, dirinya mengaku sebagai ASN dia tetap menerima keputusan itu.

Kimko bahkan memberikan ucapan selamat kepada para pejabat Eselon III dan IV yang telah dilantik. “Pesan saya, jalankan tugas dan tanggungjawab dengan sebaik mungkin terutama memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pintanya.

Mantan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka yang dimintai komentarnya mengatakan, biasanya, ketika seorang pejabat telah mendapatkan undangan, seharusnya dilantik. Karena namanya sudah terdaftar dan siap dibacakan.

“Aturannya seperti demikian. Saya pernah menjabat sebagai Bupati Merauke  lima tahun dan memahami aturan sesungguhnya dalam ASN,” tegasnya. (*)

Sebelumnya

Staf khusus presiden RI temui masyarakat pemilik hak ulayat

Selanjutnya

Masyarakat PNG ke Sota tetap dalam pengawasan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua