PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. 30 wakil masyarakat Amungme dan Kamoro minta Freeport ditutup
  • Rabu, 08 Maret 2017 — 07:23
  • 1000x views

30 wakil masyarakat Amungme dan Kamoro minta Freeport ditutup

Warga korban investasi yang bermukim di Mimika, Papua, khususnya suku Amungme dan Kamoro datang ke Jakarta untuk mendesak pemerintah memberhentikan operasi PT. Freeport di daerahnya.
Pertemuan wakil masyarakat Amungme dan Kamoro di Kantor Staf Presiden (KSP) 7 Maret 2017 - Jubi/Ark
Zely Ariane
zely.ariane@tabloidjubi.com
Editor :

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jakarta, Jubi – Sekitar 30 wakil masyarakat suku Amungme dan Komoro korban investasi PT. Freeport Indonesia mendatangi Komnas HAM RI dan Kantor Staf Presiden (KSP) menuntut pemerintah menghentikan dan menutup operasi PT Freeport.

Warga korban investasi yang bermukim di Mimika, Papua, khususnya suku Amungme dan Kamoro datang ke Jakarta untuk mendesak pemerintah memberhentikan operasi PT. Freeport di daerahnya, demikian menurut laporan Arkilaus Baho yang juga mendampingi korban, melalui rilis yang diterima Jubi Selasa (7/3/2017).

Menurut Arki, mengutip Gero B Mom selaku tetua adat Amungme, kedatangan mereka ke Jakarta bukan untuk meminta bagian saham ataupun uang, melainkan mendesak pemerintah untuk menutup Freeport. “Sejak Freeport beroperasi hingga kini, sudah ribuan orang menjadi korban,” ujar Gero Mom seperti dikutip dalam pernyataan tersebut.

Demikian pula Daniel Beanal yang menetap di Tembagapura, mendesak Freeport tutup karena dampak lingkungan yang sudah diakibatkan oleh kehadirannya.  ”Tanah yang kami pakai, air yang kami pakai minum, makanan yang kami makan, semuanya telah tercemar kimia alias racun.”

Damaris Onawame, selaku penanggungjawab tim ini, mengatakan keinginanya agar pemerintah mengutamakan aspirasi dan tuntutan korban.

Sikap para korban tersebut disampaikan kepada Komisioner Komnas HAM, Nurcholis di kantor Komnas HAM Jl. Latuharhari, Jakarta. Mereka juga mendatangi kantor Kepala Staf Presiden di ruang rapat staf Presiden di Jakarta, diterima langsung oleh Teten Masduki. 

Menurut Arkilaus, menanggapi suara para korban, Komisioner Nurcholis mengaku ikut sedih. Sebab, menurut dia selama ini kebanyakan orang memandang Freeport hanya dari segi uang, sementara penderitaan yang dialami warga setempat jarang diperjuangkan.

“Nurcholis kepada rombongan tersebut  mengatakan dirinya menerima aspirasi para korban yang menghendaki agar Freeport ditutup,” kata Arkilaus.

Semetnara di Kantor Kepala Staf Presiden, Teten Masduki mengatakan akan mengutamakan suara korban investasi dalam kebijakan Jokowi khusus untuk Papua. Sebab, baginya selama ini banyak uang digelontorkan ke Papua tapi efeknya tidak terasa.

Menurut rencana, wakil masyarakat korban suku Amungme dan Kamoro ini akan melanjutkan aspirasi mereka ke Kantor Kementerian ESDM, Rabu (8/3) guna menyampaikan sikap serupa.(*)

Sebelumnya

Pelapor Khusus PBB untuk kesehatan akan ke Papua akhir Maret

Selanjutnya

PIANGO: “Indonesia tak bisa lagi pura-pura polos di Panggung PBB”

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua